Sportarema
Arema Indonesia : Pak Presiden Jokowi Dengar Suara Kami
Arema Indonesia bersama Persebaya, Persema Malang, Lampung FC, Persibo Bojonegoro, Persipasi Kota Bekasi dan Persewangi Banyuwangi bergabung ke AKSI
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema Indonesia bersama enam klub lain yang merasa jadi korban rezim PSSI, berharap pemerintah turut memperhatikan nasib klub senasib mereka.
Bergabung dalam Aliansi Klub Sepak Bola Indonesia (AKSI), mereka menyerukan pernyataan sikap dengan tujuan reformasi sepak bola setelah pencabutan SK pembekuan PSSI juga menyentuh permasalahan mereka.
Direktur Operasional Arema Indonesia, Haris Fambudy mengatakan, Arema Indonesia bersama Persebaya Surabaya, Persema Malang, Lampung FC, Persibo Bojonegoro, Persipasi Kota Bekasi dan Persewangi Banyuwangi bergabung dalam AKSI telah menyampaikan pernyataan resmi ke Menpora.
"Pemerintah khususnya Presiden harus mengakomodir klub- klub yang statusnya dibikin gak jelas oleh PSSI. Kenapa? karena kami ini juga rakyat Indonesia, jadi pemerintah harus hadir dan mengawasi masalah ini," ujar Haris pada SURYAMALANG.COM, Rabu (11/5/2016).
Ia menambahkan, bila Presiden mau mereformasi sepak bola seharusnya Presiden juga menyampaikan bahwa masih ada masalah beberapa klub.
"Pak Presiden Jokowi dengar suara kami klub-klub ini mungkin masih ada klub yang lain dizolimi ayo kita bersama sama laporkan ini ke Pak Presiden," tambahnya.
Sebelumnya, AKSI membuat pernyataan yang berisi enam poin. Poin-poin yang disampaikan antara lain, untuk memperhatikan klub-klub yang terzalimi dan tersingkirkan karena kepentingan rezim PSSI saat ini untuk dikembalikan status keanggotaannya seperti sedia kala.
Seperti Persema Malang, Persibo Bojonegoro, Lampung FC, dan Persipasi Kota Bekasi. Mereka juga meminta mengembalikan status Badan Hukum Perseroan yang valid berdasarkan aturan dan regulasi hukum yang berlaku kepada klub-klub yang dirampas hak-haknya seperti Persebaya Surabaya, Arema Indonesia serta Persewangi Banyuwangi.
Serta mendorong mengembalikan PSSI kepada khittah pendiriannya pada 19 April 1930 sebagai satu-satunya organisasi sepak bola Indonesia yang memperjuangkan harkat dan martabat bangsa melalui sepak bola berprestasi di level internasional dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas dan fair play.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/arema-indonesia_20160225_193119.jpg)