Malang Raya
Ini Penyebab Napi Gantung Diri di Lapas Lowokwaru Malang
PDF ditemukan tewas gantung diri di selnya Kamar 4 Blok 2, pukul 02.45 WIB. Blok tersebut disebut sebagai blok rumah sakit
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLINING - Putus asa karena sakit, diduga menjadi pemicu bunuh diri yang dilakukan PDF (32), narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru Malang, Kamis (12/5/2016).
PDF merupakan terpidana kasus pencurian. Ia divonis satu tahun tiga bulan penjara.
PDF ditemukan tewas gantung diri di selnya Kamar 4 Blok 2, pukul 02.45 WIB. Blok tersebut disebut sebagai blok rumah sakit, karena diperuntukkan bagi warga binaan Lapas yang sakit.
Kamar yang ditempati PDF dihuni warga binaan yang menderita penyakit HIV-AIDS (orang dengan HIV-AIDS/ODHA). Ada sembilan orang di dalamnya, termasuk PDF.
Menurut Kepala Lapas Lowokwaru Krismono, PDF sejak lama menjadi ODHA.
"Sejak sebelum masuk sini, dia sudah sakit. Katanya diketahui ketika anak pertamanya lahir," ujar Krismono kepada sejumlah media, Kamis (12/5/2016).
PDF masuk Lapas Lowokwaru November 2015. Ia akan menjalani masa bebasnya Januari 2017. Karena diketahui sebagai ODHA, maka PDF ditempatkan di blok rumah sakit. Setiap hari, ia juga mendapatkan pengobatan dari dokter rumah sakit.
"Setiap hari dia mengkonsumsi ARV (antiretroviral)," imbuhnya. ARV merupakan obat yang setiap hari harus dikonsumsi oleh ODHA.
Krismono menambahkan berdasarkan keterangan teman-teman satu selnya, tiga bulan terakhir, DPF mengaku putus asa. Selain putus asa karena penyakitnya, ia makin depresi karena hanya sekali dijenguk oleh keluarga dalam tiga bulan terakhir.
DPF beberapa kali menyebut nama istri dan kedua anaknya. Beberapa hari terakhir, imbuhnya, DPF juga tidak mau mengkonsumsi ARV seperti biasanya.
Sekitar pukul 02.45 WIB, teman satu selnya mendapati DPF tergantung di teralis jendela sel, berketinggian sekitar dua meter. DPF tergantung di sebuah kain. Kain itu berupa sambungan sobekan kaus DPF.
Krismono menegaskan delapan orang teman satu selnya tidak mengetahui perbuatan DPF.
"Karena teman-temannya tidur semua," katanya.
Penghuni sel itu mengetahui DPF sudah tergantung, kemudian bergegas menolongnya. Ketika ditolong, DPF masih bernafas.
Penghuni sel melaporkan kepada petugas jaga. Petugas meneruskannya kepada dokter Lapas. Ketika dokter memerisanya, DPF sudah meninggal dunia. Karena kematiannya tidak wajar, petugas Lapas melaporkannya ke Polres Malang Kota. Sekitar pukul 05.30 WIB, jenazah DPF dibawa ke Kamar Mayat RS Saiful Anwar.