Kamis, 30 April 2026

Kota Malang

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari, Angin Kencang Masih Landa Malang Raya

Selain angin kencang, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada pada potensi cuaca ekstrem yang terjadi mulai 21 hingga 30 Januari 2026. 

Tayang:
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
POHON TUMBANG - Kondisi pohon tumbang di Jalan Jakarta Kota Malang pada Sabtu (24/1/2026) lalu. BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap angin kencang dan potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Malang Raya.   

Ringkasan Berita:
  • BMKG menyatakan saat ini terdeteksi bibit siklon tropis 91S di wilayah selatan. Hal itu berpengaruh pada meningkatnya kecepatan angin di Jawa Timur.
  • Potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi merata di seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Malang Raya.
  • BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi mulai 21 hingga 30 Januari 2026.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang membeberkan penyebab terjadinya angin kencang yang melanda wilayah Malang Raya.

Seperti diketahui, sejumlah pohon tumbang di Kota Malang karena dampak terjadinya angin kencang pada Sabtu (24/1/2026).

Kejadian pohon tumbang di kota Malang yaitu di Jalan Jakarta, Jalan Langsep, Jalan Janti dan Jalan Veteran.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Fokus Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Selatan Jatim

 

Penyebab Angin Kencang

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Maksum Purwanto mengatakan, angin kencang terjadi akibat aktifnya monsun Asia yang diperkuat oleh pola pertemuan angin atau konvergensi dan gangguan atmosfer Equatorial Rossby.

Selain itu, juga adanya potensi gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.

"Kemudian, suhu muka laut di perairan Selat Madura yang cukup signifikan serta kondisi atmosfer lokal yang tidak stabil. Sehingga turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang," jelasnya, Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, saat ini terdeteksi bibit siklon tropis 91S di wilayah selatan.

Hal itu berpengaruh pada meningkatnya kecepatan angin di Jawa Timur.

"Dari analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 kaki di tanggal 19 Januari 2026 lalu, angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan mencapai 32 knot dan membentuk pola konvergensi," tambahnya.

 

Baca juga: Dosen UMM Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Pentingnya Pencegahan Dini di Tengah Cuaca Ekstrem 2026

 

Potensi Cuaca Ekstrem ke Depan

Selain angin kencang, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi mulai 21 hingga 30 Januari 2026. 

Potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi merata di seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Malang Raya.

"Saat ini, seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Secara umum, puncak musim hujan di Jawa Timur diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026, meski sebagian wilayah telah mengalaminya sejak Desember 2025," bebernya.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem tersebut, maka masyarakat diharapkan tetap waspada dan hati-hari terhadap bencana hidrometeorologi.

Seperti kejadian banjir, puting beliung, hingga tanah longsor.

"Kami mengimbau, untuk selalu memantau informasi peringatan dini kondisi cuaca yang selalu kami update. Di dalam informasi tersebut, bisa diketahui kondisi cuaca saat pagi hingga malam, sehingga masyarakat bisa lebih waspada," tandasnya.

 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved