Breaking News:

Malang Raya

Tak Bisa Bayar Biaya Perawatan, Bayi Ditahan di RS Saiful Anwar Dua Minggu, Dalihnya

Sampai batas waktu boleh pulang, Wahyu tidak mampu menyediakan biaya untuk membayar rumah sakit.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bayi dari keluarga tidak mampu sempat  ditahan alias tidak diperbolehkan ke luar dari RS Saiful Anwar Malang selama dua pekan.

Bayi bernama Mutmainah itu baru bisa ke luar setelah orang tua ditolong Yayasan Peduli Kasih Kisah Nyata dan Jeritan Hati Malang, Selasa (17/5/2016).

"Sejak dua kamis lalu sudah bisa pulang. Tetapi karena saya tidak punya uang, jadi tidak boleh pulang," ujar Wahyu Sutrisno, orangtua tua bayi, warga Kelurahan/Kecamatan Kedungkandang, Selasa (17/5/2016).

Wahyu memiliki tanggungan biaya sekitar Rp 39,7 juta.

Biaya itu untuk perawatan bayi kembarnya yang lahir 27 Maret 2016.

Satu bayi meninggal dunia sebulan setelah lahir, dan satu bayi selamat.

Bayi kembar itu lahir secara prematur di rumah sakit milik Pemprov Jatim ini.

Namun sampai batas waktu boleh pulang, Wahyu tidak mampu menyediakan biaya untuk membayar rumah sakit.

Pada Sabtu (14/5/2016) lalu, pihak yayasan KNDJH mendengar nasib bayi Wahyu.

"Ditolong, dengan membayar Rp 10 juta sampai akhirnya bisa ke luar," katanya.

Kini bayi itu masih dirawat di yayasan tersebut.

Pihak rumah sakit tidak mau disebut menahan bayi. "Karena orang tua masih belum bisa membayar biaya perawatan. Selama belum ada pembayaran, kami akan terus merawat," ujar Kasubag Humas RSSA Titiek Intiyas.

Ia menegaskan bahwa dokter baru menyatakan bayi bisa keluar Senin (16/5/2016).

Setelah ada pembayaran meskipun tidak penuh, barulah hari ini bayi dibawa pulang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved