Advertorial
Anies Baswedan Buka LKS SMK Tingkat Nasional ke 24 di Malang
#Malang Mendikbud Anies Baswedan membuka kegiatan LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat nasional ke 24 di
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Mendikbud Anies Baswedan membuka kegiatan LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK tingkat nasional ke 24 di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Kota Malang, Senin (23/5/2016).
Hadir di acara itu Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad PhD, Walikota Malang, Moch Anton dan Walikota Batu Eddy Rumpoko.
Juga Kadindik Jawa Timur dan para Kadindik se Indonesia. Nampak juga di antara undangan anggota DPR RI dari Komisi X.
Menyambut para tamu, SMKN 3 Kota Malang menggerahkan 20 pasang siswanya di pintu masuk Graha Cakrawala. Mereka mengenakan baju daerah seperti NTT, Kalimantan, Aceh, Papua dan baju Malangan.
Kadindik Kota Malang, Zubaidah berterimakasih kepada para insan SMK di Kota Malang yang telah menyemarakkan acara dan berpartisipasi di acara LKS.
Acara LKS dimeriahkan dengan Tari Manggala Krida Budaya yang terdiri dari berbagai etnik tari dari Jawa Timur. Sebelumnya tampil tari "Jejer Jaran Dawuk" dari SMKN 1 Banyuwangi.
Juga sajian orkestra dari SMA NU 1 Kabupaten Gresik, tampilan band dari SMKN 12 Surabaya dan SMKN 4 Kota Malang lewat Band Birama.
Sementara itu, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad PhD dalam sambutannya menyatakan kegiatan LKS pertama kali diadakan pada 1992 dan bertahap pada penyelenggaraan tahun ke 24.
"Ini merupakan ajang kompetisi bagi siswa dalam berkreasi, berinovasi dan berkarya sesuai bidang masing-masing," tutur Hamid dihadapan 6000-an undangan acara di Graha Cakrawala.
Kegiatan LKS dilakukan berjenjang mulai dari kota/kabupaten, provinsi dan kemudian ke tingkat nasional. Menurut dirjen, adanya kompetisi ini bisa mendorong SMK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkenalkan ke dunia industri.
"Selain itu, siswa bisa mencintai bidang keahliannya dan memupuk persahabatan antar siswa, masyarakat, industri dll," kata Hamid. LKS diikuti 1153 siswa SMK seleksi propinsi.
Mereka didampingi 1120 guru pendamping untuk 52 bidang lomba dan dua bidang lomba bersifat eksibisi.
Yang membedakan dengan sebelumnya, mulai tahun ini menginisiasi program Keluarga Sebangsa.
Dimana peserta siswa SMK dan guru pembina menginap di rumah penduduk, rumah guru dan rumah kasek.
Sehingga ada interaksi dengan warga sekitar serta mengenal budaya daerah lain. Selain itu, kehadiran mereka dengan tinggal di masyarakat bisa menjadi bahan promosi tentang adanya kegiatan LKS nasional di Kota Malang.
Selanjutnya, para pemenang akan mengikuti World Skill Competition di Abu Dhabi pada 2017.
Di acara pembukaan itu, ada seremonial penyerahan dua peserta ke keluarga asuh yang ditempati. Ada dua siswa naik panggung didampingi keluarga asuh.
Mendikbud Anies Baswedan kemudian menyerahkan dua peserta itu ke keluarga asuhnya. Nama programnya "Keluarga Sebangsa".
"Saya serahkan ya? Seperti ijab kabul. Saya titipan peserta ini jadi keluarga ibu," tutur Anies kepada perempuan yang menjadi keluarga asuh mereka.
Sementara dalam sambutannya, Anies menyatakan para siswa yang berkumpul di LKS karena prestasi lebih unggul dari dari jutaan siswa SMK lainnya. Jika akademik dan prestasinya berhasil, maka akan jadi terbaik.
Di arena lomba, juga digelar pameran hasil karya siswa unggulan. Basement Graha Cakrawala menjadi lokasi pameran SMK-SMK di Jawa Timur.
SMK di Kota Malang yang ikut pameran adalah SMKN dan SMK swasta. Penutupan acara LKS akan dilaksanakan pada 27 Mei 2015 dan mengumumkan seluruh hasilnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/berita-malang-menteri-anies-baswedan-universitas-negeri-malang_20160523_213854.jpg)