Malang Raya

Dua Alun-alun Kota Malang Belum Dimanfaatkan Maksimal, Ini Buktinya

#Malang Diskusi ini menghadirkan pelaku industri pariwisata dan pelaku seni budaya. Mereka menguak semua aset seni di Kota Malang

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Suasana diskusi kebudayaan di Hotel Tugu, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aset pariwisata di Kota Malang lagi-lagi diperbincangkan. Kali ini, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang mengadakan Diskusi Seni Budaya Sebagai Aset Pariwisata, di Hotel Tugu, Rabu (25/5/2016).

Diskusi ini menghadirkan pelaku industri pariwisata dan pelaku seni budaya. Mereka menguak semua aset seni di Kota Malang, seperti tentang pertunjukan pagelaran seni.

M.Dwi Cahyono, Arkeolog sekaligus Sejarawan Kota Malang, mengatakan seharusnya Kota Malang bangga memiliki dua alun-alun, sehingga pagelaran budaya bisa dilaksanakan sesering mungkin.

"Begitu juga ketika kampus mengadakan kegiatan pagelaran seni. Mereka seharusnya mengadakan kegiatan di Alun-alun Kota Malang yang ada dua. Agar semua lapisan masyarakat bisa turut menikmati," tuturnya.

Sangat disayangkan apabila Kota Malang punya ruang terbuka yang tidak dimanfaatkan untuk kegiatan terutama pagelaran seni budaya.

Menurutnya, semakin banyak pagelaran seni yang diadakan, maka semakin banyak juga seni budaya yang terus diangkat.

"Kita juga bisa memanfaatkan taman-taman kota yang banyak ini. Kegiatan seni itu tidak harus eksklusif. Agar semua bisa menikmati. Bisa juga di gedung DKM (dewan kesenian malang)," imbuhnya.

Selain itu, menanggapi hal ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu menjanjikan kepada DKM dan pelaku seni akan menganggarkan untuk kegiatan seni sebesar Rp 100 juta.

"Asal semua harus terealisasi dan bisa mengangkat kesenian di Kota Malang. Tentu kami sangat mendukung kegiatan kebudayaan," tuturnya. Ia pun mengakui bahwa seniman di Kota Malang ini mulai bermunculan.

Terpisah, Ketua Panitia PFI Malang, Nedi Putra AW, menambahkan, kegiatan ini merupakan apresiasi kemajuan seni budaya, sebagai warisan leluhur.

"Kami dari PFI Malang, dengan majunya seni dan budaya membuat kami memiliki banyak pilihan untuk mengeksplore karya-karya foto," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved