Senin, 20 April 2026

Malang Raya

Juri UKS Nasional Visitasi ke SMPN 10 Malang, Lalu ini yang Terjadi

#Malang Tim juri Lomba Lingkungan Sehat Nasional mendatangi Kota Malang

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
PENJURIAN UKS - M Anton, Wali Kota Malang berfoto bersama juri Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat nasional di SMPN 10 Kota Malang, Selasa (24/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tim juri Lomba Lingkungan Sehat Nasional mendatangi Kota Malang. Mereka mengunjungi sekretariat tetap (sektap) Kota Malang di Dinas Pendidikan Jalan Veteran, Selasa (24/5/2016).

Ketua tim penilai dr Christina Manurung dari Kemenkes RI melihat data pendukung, sarana prasarana penunjang pelaksanaan UKS di Kota Malang.

Setelah itu, 11 juri tersebut bergeser melakukan visitasi ke sektap Kecamatan Kedungkandang, ke SMPN 10, rumah sehat dan posyandu di sebuah perumahan di Buring.

Saat di SMPN 10, para juri dari Kemenkes, Kemedikbud, Kemenaker dan Kementrian Agama itu melihat berbagai fasilitas sekolah di sana.

Sebagai pemandunya adalah para siswa setempat yang merupakan kader lingkungan. "Ini toiletnya, pak," jelas siswa yang mengenakan rompi kader lingkungan sambil menunjukkan deretan toilet di SMPN 10.

Toiletnya bersih dan terlihat terang di bagian dalam. Selain toilet, juri lain juga mengecek kantin sehat. "Berapa jumlah stand-nya?" tanya seorang juri pria ke siswa kader lingkungan yang mengantar juri itu.

Dia menjawab ada sembilan stand makanan dan satu stand khusus menjual minuman. Juri kemudian melihat stand makanan yang ada.

Makanan diletakkan di piring-piring dan masuk etalase. Adanya dua penunggu di tiap stand menarik perhatian juri. "Yang menunggu tiap stand, tiap hari dua? Kondisi biasanya berapa?" tanya juri ke pemandu.

Pemandu menjawab biasanya satu orang, pemilik stand. Namun saat penjurian ada pendampingan dari kader lingkungan. Juri juga menanyakan luas kantin ke guru sekolah.

Setelah itu, juri lain ada yang mendatangi kantin kejujuran atau kantin swalayan. Kantin itu cukup luas. Ada meja panjang. Diisi aneka jajanan buatan wali murid dan mantan wali murid.

Bahan dasar kudapan itu dari lokal. Ada dadar gulur, getuk, roti kukus, terang bulan, ketan salak, bakpao dll. Semua dijual Rp 1000 per potong.

Seorang juri mencoba makanan gethuk. "Saya cobain ya?" Tutur juri perempuan. Dia kemudian duduk di kursi. Untuk alas getuk, dipakai daun pisang.

Solihin, guru SMPN 10 menyatakan siswa yang masuk ke kantin swalayan harus cuci tangan dulu. Setelah itu mereka memilih kudapan sesuai keinginan mereka. Uang pembelian diletakkan di sebuah wadah.

Meski swalayan, namun tetap ada petugas yang berjaga untuk mengawasi. Kantin itu ada sejak 2007 dan menjadi salah satu kantin yang masih eksis untuk kejujurannya.

Berharap Menang
Sementara, Kadindik Kota Malang Zubaidah, merasa senang SMPN 10 masuk tingkat nasional mewakili Jawa Timur. "Targetnya harus menjadi terbaik, yaitu menang juara 1," jawab Zubaidah ketika bertemu di SMPN 10.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved