Breaking News:

Arema Cronus

Langkah Arema untuk Stop Flare yang Biasa Dinyalakan Aremania

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyatakan, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan para Korwil Aremania dan mendapat dukungan Kepolisian.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
Ketua Panpel Arema Cronus, Abdul Haris 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Untuk mencegah peristiwa penyalaan flare dan bom asap di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk ketiga kalinya di kompetisi Indonesia Soccer Campionship (ISC) 2016, Panitia Pelaksana (Panpel) Arema Cronus berjanji bertindak tegas.

Upaya-upaya antisipasi sudah disiapkan untuk mengawal laga Arema Cronus melawan Persegres Jumat (27/5/2016) malam ini. Koordinasi dengan polisi dan Aremaniapun sudah dilakukan.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyatakan, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan para Korwil Aremania dan mendapat dukungan Kepolisian. Bersama Korwil Aremania Panpel sepakat saling menjaga agar tidak ada lagi penyalaan flare dan bom asap.

"Beberapa aturan menyangkut sweeping dan tata laksana suporter masuk stadion sudah disepakati. Ada tindakan tegas. Yang menyalakan diserahkan ke polisi," ujar Haris, Jumat (27/5/2016).

Bukan hanya itu, Korwil Aremania dan Panpel siap memberikan hukuman pada pelaku penyalaan flare atau bom asap dengan diwajibkan membayar denda yang diberikan Komdis ISC. Misalnya pada kasus 15 Mei lalu di mana Arema didenda Rp 15 juta, maka denda itu dibebankan pada pelaku penyalaan flare.

Lalu langkah konkret apa yang disiapkan Panpel Arema mengjadapi pertandingan malam nanti? Haris menyebut beberapa upaya baru mulai diterapkan di laga Arema vs Persegres nanti seperti pola pemeriksaan suporter yang masuk stadion hingga himbauan bagi Aremania.

Terkait upaya dari sisi pengamanan, Panpel akan mengerahkan Polwan untuk memeriksa suporter perempuan yang masuk stadion.

"Untuk memudahkan dan menghindari pelecehan pemeriksaan bagi penonton perempuan aka dilakukan oleh Polwan di dalam ruangan. Langkah ini untuk antisipasi flare dan bom asap yang diselundupkan masuk stadion dengan menyembunyikan di bagian sensitif suporter perempuan.

Pemeriksaan juga akan diberlakukan pada pelaku usaha makanan maupun SPG yang mendapat izin penjualan produk di dalam stadion.

"Semua akan kami antisipasi," tambah Haris.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved