Malang Raya

Kegiatan Bersih Desa Kampung Celaket Malang Begitu Spesial, Simak Ini

Mereka menampilkan karya Batik Tulis Celaket. Tidak hanya peragaan busana, tetapi ada juga penampilan kelompok kesenian tradisional

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Suasana Gebyar Budaya Indonesia Rampal Celaket, Sabtu (28/5/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sejumlah model berlenggak-lenggok di bawah terik matahari di lapangan gedung kesenian Kelurahan Rampal Celaket Kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/5/2016). Mereka memakai busana batik bermotif khas Malangan seperti topeng dan singa.

Mereka menampilkan karya Batik Tulis Celaket. Tidak hanya peragaan busana, tetapi ada juga penampilan kelompok kesenian tradisional. Kuda lumping, reog, juga tarian khas Dayak ditampilkan di lapangan tersebut.

Semua kegiatan itu merupakan rangkaian kegiatan Gebyar Budaya Indonesia yang diadakan oleh warga Kelurahan Rampal Celaket.

"Ini merupakan kegiatan rutin, bulanan. Tetapi hari ini lebih besar, karena diikuti juga oleh kegiatan bersih desa," ujar Hanan Jalil, ketua panitia acara.

Kegiatan bersih desa melibatkan anggota Divisi 2 Kostrad. Bersih desa dilakukan menjelang bulan puasa.

"Kelurahan kami menggelar kegiatan ini supaya perekonomian masyarakat bergerak, meskipun dalam skala kecil. Juga untuk melestarikan kesenian tradisional," imbuh Hanan.

Sementara itu, Aster Kasdiv 2 Kostrad Letnan Kolonel Inf Yana Susana menambahkan, pihaknya terlibat kegiatan itu sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat. "Apalagi kami juga memiliki kelompok kesenian tradisional. Tadi kami menampilkan tarian Dayak dan Reog, anggota yang tampil semua," ujarnya.

Pagelaran kesenian juga peragaan busana itu menghibur warga Kelurahan Rampal Celaket. Ny Siamah (60) salah satunya. Perempuan itu asyik menikmati kuda lumping dari beberapa kelompok tradisi yang tampil.

"Menghibur, terutama kuda lumping karena saya memang suka. Kalau ada penampilan kuda lumping di sekitar sini, saya mesti lihat," ujarnya.

Tidak hanya warga sepuh yang menyukai kuda lumping. Fahri (8) juga menyukainya. "Saya suka, bahkan juga bisa nari jaranan," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved