Blitar
Siswi Cantik Diminta Baca Mantra Sambil Telanjang, Lalu Kakung Minta Izin Berbuat 'Begini'
#Blitar - Tiga siswi SMK ini ingin sukses Ujian. Tapi, cara yang ia lakukan justru ke dukun cabul. Akibatnya...
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Tiga siswi kelas 10 sebuah SMK Kabupaten Blitar, Jawa Timur diduga menjadi korban nafsu bejat seorang pria yang mengaku dukun.
Modusnya, tiga korban itu diajak melakukan ritual di tengah hutan pada malam hari, kemudian dicabul. Katanya, ritual itu buat menghilangkan pikiran kotor sehingga ketiga korban akan bisa mengerjakan ujian di sekolahnya dengan lancar.
Namun, di tengah ritual itu, ketiga korbannya dicabuli oleh Amrin S (58), bapak satu anak asal Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Buntutnya, Amrin kini mendekam di sel Polres Blitar Kota setelah ditangkap di rumahnya, Rabu (1/6/2016) pagi.
Sementara, ketiga korbannya adalah At (15), Md (15), dan Li (15), semuanya adalah teman sekelas di sebuah SMK Kab Blitaar. Yakni, kelas 10.
"Setelah kami selidiki, sebenarnya korbannya banyak. Mulai yang di bawah umur sampai yang sudah berumah tangga, namun mereka mungkin malu untuk melaporkan," kata AKBP Yossy Runtukahu, Kapolres Blitar Kota, Kamis (2/6).
Menurutnya, terbongkarkan kasus ini bermula dari laporan salah satu orangtua korbannya, At, ke Polres Blitar Kota, Jumat (27/5) pagi.
Itu karena curiga pada prilaku anaknya, yang dipergoki pada malam hari membaca mantra di dalam kamarnya. Yang membuat heran orangtuanya, itu dilakukan anak gadisnya sambil telanjang. "Orangtuanya mengintip anaknya saat membaca mantra itu," paparnya.
Esok harinya, anaknya ditanya, namun tak mejawab melainkan malah menangis. Setelah dirayu, anaknya bercerita, kalau mantra itu didapat dari seorang dukun.
Katanya, dengan membaca mantra itu, dirinya akan dipermudah saat mengerjakan soal ujian di sekolahnya.
Namun, sebelum dihaafalkan mntra itu di rumahnya, korban mengaku pernah diajak melakukan ritual di tengah hutan oleh pelaku.
Yakni, saat itu korban dipanggil ke rumah dukun itu. Setelah diberi mantra, korban diajak ke hutan, yang berjarak sekitar 300 meter rumah pelaku. Itu terjadi malam hari atau sehabi isyak.
"Saat dipanggil ke rumah pelaku itu, korban tak sendirian, melainkan bersama dua rekannya. Namun, yang diajak ke hutan, korban sendiri, sedang dua rekannya disuruh menunggu di rumah pelaku," paparnya.
Setelah tiba di hutan, tepatnya di dekat pohon besar, korban disuruh telanjang. Alasannya, itu buat membersihkan dirinya, dari segala sesuatu yang tak baik. Misalnya, pikiran kotor. Yang melepas pakaian korban itu adalah pelaku.
Setelah telanjang bulat, korban disuruh berdiri, di dekat sebuah pohon sambil membaca mantra yang sudah diajarkan oleh pelaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-dukun_20160602_205549.jpg)