Breaking News:

Malang Raya

Awas! Rentenir yang Tawarkan Kebutuhan Lebaran

Rentenir yang masuk dan merambah Kota Malang sebagian besar bukan berasal dari Kota Malang.

Google
Badan Amal Zakat Nasional 

SURYAMALANG.COM, SURYA – Warga Kota Malang harus berhati-hati dengan jeratan utang ke rentenir. Menjelang Lebaran, para rentenir banyak yang menawarkan modus baru. Salah satunya dengan menawarkan kebutuhan Lebaran dengan bunga besar.

Jenis kebutuhan yang dimaksud meliputi sandang dan kue Lebaran.

Hal itu disampaikan Manager Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang Sulaiman. Ia menjelaskan, kejadian semacam sudah mulai terjadi di beberapa kawasan padat penduduk, seperti kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing dan Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkadang.

Para rentenir, katanya, mengiming-imingi warga dengan cicilan rendah namun bunga hingga 150 persen.

“Kebanyakan memang warga yang ekonominya menengah ke bawah,” katanya, saat ditanya tentang sebagian besar sasaran para rentenir, Selasa (28/5/2016).

Masalahnya, rentenir yang masuk dan merambah Kota Malang sebagian besar bukan berasal dari Kota Malang. Ia menyebut, mereka sebagian besar berasal dari badan sejenis koperasi di luar daerah, seperti Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan. Tak tanggung-tanggung, dari penelusuran Baznas, jumlah rentenir itu di saat ini sudah mencapai seratusan.

“Ada juga yang memang dari Malang. Tapi Jumlahnya tidak banyak. Tiap koperasi biasanya mengirim beberapa orang masuk ke Kota Malang untuk mencari nasabah. Mereka juga ditarget. Yang saya tahu, ada yang ditarget tiap orang harus bisa mengucurkan pinjaman Rp 100 juta per bulan,” tambah Sulaiman.

Sebenarnya, praktik kredit semacam yang diterapkan para rentenir diperbolehkan meski besaran bunganya amat tinggi. Akan tetapi, Sulaiman menyebut, hal itu bisa membawa warga Kota Malang terjerit utang yang tak kunjung terlunasi. Hal ini, kata dia, sering terjadi di masyarakat yang kondisi ekonominya kurang baik.

Untuk mengatasi hal itu, Baznas sebenarnya telah mengarahkan program pengemabangan ekonomi melalui lemaga baitul maal yang tersebar di sembilan kelurahan. Akan tetapi, program ini pun tidak bisa sepenuhnya menghapus angka ketergantungan warga terhadap rentenir.

“Pengelolaan melalui dana infaq sebenarnya sudah bagus. Mulai Juni 2014 hingga Mei 2016, jumlah infaq yang bisa terhimpun sudah 3,3 miliar. Dana itu berputar dan termanfaatkan menjadi sekitar 6,2 miliar. Dana itu dikelola oleh tujuh baitul maal karena dua dari sembilan baitul maal sudah tidak aktif,” imbuh dia.

Sementara Ketua Baznas Kota Malang Fauzan Zenrif mengatakan, akan mengatisipasi menjamurnya pinjaman rentenir kepada warga Kota Malang jelang Lebaran dengan realisasi program bina ekonomi. Beberapa baitul maal, lanjutnya, sudah menyiapkan anggaran untuk biaya pinjam warga untuk kebutuhan Lebaran.

Sayangnya, program ini baru terbatas pada tujuh kelurahan yang baitul maalnya aktif. Kelurahan-kelurahan yang dimaksud meliputi Arjowinangun, Jodipan, Kedungkandang, Cemorokandang, Merjosari, Kasin, dan Kebonsari.

“Dana itu berasal dari anggaran produktif atau dana yang sudah dikelola. Besarannya berapa yang akan direalisasikan tiap baitul maal, saya kurang tahu. Yang pasti, tiap baitul maal kami beri modal awal masing-masing Rp 500 juta yang berasal dari dana infaq. Tapi itu bukan dana yang akan dipakai untuk program itu,” terangnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved