Jendela Dunia
Selama 2 Abad Dikira Binatang Dongeng, Ternyata Ditemukan di Sulawesi
...menyerupai anjing, tapi punya empat taring yang mengerikan. Orang terlanjur mengira bahwa hewan itu hanya hewan khayalan.
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM -Seorang pria Eropa bernama Gulielmi Pisonis pernah menulis buku berjudul Indie Utriusque re Natural et Medica.
Buku tentang ramuan obat-obatan dari belantara Indonesia (Indie) ini diterbitkan di Amsterdam tahun 1658.
Gambar sampul buku berbahasa Latin itukemudian menjadi misteri dan pertanyaan banyak orang.
Dalam sampul itu, ada gambar dua pria bersama dengan beberapa satwa.
Salah satu satwa di situ menyerupai anjing, tapi punya empat taring yang mengerikan.
Pada zaman itu, orang terlanjur mengira bahwa satwa misterius itu hanya hewan khayalan.
Tapi, dua ratus tahun kemudian, atau pada 1858, seorang naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace,akhirnya menguak binatang yang digambar oleh Pisonis itu.
Misteri itu terungkap saat Wallace berkunjung ke Sulawesi, Indonesia.
Ia menyaksikan keberadaan binatang aneh yang menurutnta tak ada duanya di dunia, dan langsung meyakini bahwa binatang itu adalah sosok yang ada dalam buku Pisonis.
Tahukah anda apa hewan tersebut?
Babirusa!
Ya, Wallace melihat babirusa dan meyakini bahwa Pisonis menggambar sosok binatang dongeng itu berdasarkan hewan khas Sulawesi ini.
Ada dugaan, Pisonis menceritakan binatang itu kepada pelukis, sehingga gambarnya pun tak terlalu mirip.

Hewan endemis (tidak ditemukan di daerah lain) asal Sulawesi ini memiliki ukuran tubuh panjang 85-105 cm, tinggi 65-80 cm, dan berat tubuh 90-100 kg.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/babi-rusa-sulawesi_20160701_151918.jpg)