Rabu, 29 April 2026

Malang Raya

Jelang Lebaran, Toko Daging Yang Berdiri Sejak 1956 Ini Selalu Diserbu Warga Kota Malang

Sekitar 150-an ekor sapi dipotong jelang lebaran dari beberapa hari kemarin

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Toko Daging Sapi Bu Kaji Klojen, Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 6 Juli, banyak masyarakat yang mempersiapkan segala pasokan pokok. Tak terkecuali menyediakan stok daging di rumah.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ahmadi. Ia sengaja memesan daging sapi di toko langgannanya yakni Bu Kaji Klojen jauh-jauh hari.

Ia yang tinggal di daerah Sulfat ini memesan untuk konsumsi sendiri. Sama seperti pembeli yang lain, ia mengantisipasi apabila tidak ada pedagang yang jual saat lebaran.

“Lebih baik persiapan mulai sekarang. Ini aja saya lihat di beberapa pasar sudah banyak yang tutup. Untung sudah pesan di sini,” tuturnya saat mengambil daging pesanannya di Toko Daging Bu Kaji Klojen, Senin (4/7/2016).

Meski hanya dikonsumsi sendiri, ia membeli dua kilogram daging sapi untuk disimpan. Dirinya mengaku membeli di sini karena sudah menjadi kepercayaan. Selain daging segar karena tidak disimpan di lemari pendingin, sehingga kualitasnya juga bagus.

Begitu juga yang diungkapkan oleh Ernasari. Ibu rumah tangga ini bahkan baru tahu hari ini apabila di Toko Daging Bu Kaji Klojen ini menjadi kepercayaan masyarakat untuk membeli daging.

“Saya kira itu tadi pembagian sembako, saya cek ternyata jual daging sapi. Sekalian deh beli di sini. Ternyata harganya meskipun naik, bisa dinego kalau membeli banyak,” tuturnya seusai membeli.

Pemilik Toko Daging Bu Kaji Klojen generasi ketiga, Andi Ariffudin, mengatakan toko daging sapi ini sudah ada sejak 1956 yang menjual daging sapi segar serta bumbu dapur.

Ia mengaku, sejak beberapa hari sebelumnya, penjualan daging sapi meningkat. Per harinya, ia bisa stok daging sapi yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Malang, sebanyak 3 kwintal hingga 5 kwintal. Padahal saat hari biasa stok daging sapi hanya sekitar 130 kilogram. Namun, penjualan tahun ini lebih menurun dibanding tahun kemarin.

“Tahun kemarin bisa sampai 6 kwintal perhari saat jelang lebaran. Konsumen itu sekarang lebih memilih daging yang kualitasnya bagus. Jadi daging yang ada lemaknya sedikit yang beli. Tapi di sini masih stabil penjualannya,” tutur dia.

Peningkatan penjualan yang dialaminya ini bisa sampai 300 persen. Untuk harganya, Arif mengakui memang ada kenaikan, yakni dari harga Rp 116 ribu menjadi Rp 120 ribu. Untuk yang kualitas bagus harganya lebih mahal sekitar Rp 133 ribu. Toko Daging Bu Kaji Klojen ini hanya buka hingga tanggal 5 Juli saja, dan buka kembali tanggal 8 Juli.

“Harga setelah Lebaran, nanti kembali normal. Hanya saja saat menjelang lebaran naik harganya,” tandas dia.

Sementara itu, terpisah, Kepala RPH Malang, Djoko Sudadi menambahkan dari RPH harga yang diberi ke pedagang daging sapi ialah Rp 105 ribu. Harga ini tidak ada kenaikan, hanya saja permintaan sapi jelang lebaran naik.

“Sekitar 150-an ekor sapi dipotong jelang lebaran dari beberapa hari kemarin. RPH selama lebaran tutup, jadi para pedagang memintanya dua hari sebelumnya,” imbuh dia. Namun, lagi-lagi ia menambahkan permintaan daging sapi tak sebanyak tahun lalu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved