Minggu, 12 April 2026

Malang Raya

Ada Wabah Leptospirosis, Dinas Kesehatan Malang Lakukan Kaporitisasi di Lapas Lowokwaru

"Tidak mungkin mengurasnya. Sesuai arahan dari dokter spesialis juga Dinas Provinsi, hari ini kami lakukan kaporitisasi,"

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Kesehatan Kota Malang terus memantau kasus wabah Leptospirosis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Lowokwaru Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi mengatakan salah satu cara untuk meminimalkan sebaran wabah ini adalah menguras air di Lapas Lowokwaru.

"Tetapi karena kapasita sediaan air di Lapas besar, jadi tidak mungkin mengurasnya. Sesuai arahan dari dokter spesialis juga Dinas Provinsi, hari ini kami lakukan kaporitisasi," ujar Asih kepada Surya, Rabu (20/7/2016).

Kaporit disebarkan di tempat air seperti sumur dan tandon air. Sementara ini, sumur yang dicurigai sebagai sumber penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri leptospira dari kencing tikus tersebut.

Asih menegaskan selain kondisi air yang harus bersih, penghuni Lapas harus menjaga kebersihan lingkungan mereka, termasuk tempat makan.

"Pokoknya menjaga tempat kita jangan sampai diinjak-injak tikus, jangan sampai minuman atau makanan kita terkena air kencing tikus," tegasnya.

Pihaknya sudah melakukan penyuluhan tentang penyakit leptospirosis, juga DBD, serta hidup bersih dan sehat kepada petugas Lapas, petugas tamping, juga warga binaan Lapas. Ia mengaku setelah mendapatkan laporan tentang adanya wabah di Lapas Lowokwaru, pihaknya langsung melakukan sejumlah tindakan.

Awalnya dicurigai serangan DBD, sehingga Lapas difogging. Kasus itu juga dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Ketika ada kecurigaan wabah leptospirosis, petugasnya pun menangkap tikus. Tim kesehatan memeriksa darah dan membedah tikus untuk diambil ginjalnya.

Asih menambahkan penyakit akibat bakteri ini bisa dihindari jika orang tidak mengkonsumsi air yang terkontaminasi kencing tikus. Karenanya, ia meminta warga binaan Lapas mengkonsumsi air higiaenis atau air yang sudah dimasak.

"Jika kondisi tubuh fit, juga bisa terhindarkan. Selain tentunya tikusnya memang harus diburu," tegasnya.

Lapas Lowokwaru telah memiliki zona air minum (ZAM) yang dipasang PDAM Kota Malang. Asih menyarankan warga binaan untuk mengkonsumsi air tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved