Malang Raya

Ternyata Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang Hasil Kreasi Mahasiswa UMM

Kreasi itu ternyata berawal dari tugas praktikum PR dan Event Management. "Meski praktikum, kliennya harus nyata," terang Nabila Firdausiyah

Ternyata Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang Hasil Kreasi Mahasiswa UMM
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Kondisi pemukiman warga di pinggiran Sungai Brantas yang dicat warna-warni di RW 9, Kelurahan Jodipan, Kota Malang, Kamis (16/6/2016). Pengecatan warna warni puluhan rumah ini membuat pemukiman yang semula nampah kumuh ini terlihat lebih berwarna dan segar 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kampung warna-warni di tiga RT Jl Juanda, Kelurahan Jodipan, Kota Malang ternyata kreatornya delapan mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lokasi ini kini telah menjadi destinasi wisata baru untuk berselfie yang sedang hits.

Kreasi itu ternyata berawal dari tugas praktikum PR dan Event Management. "Meski praktikum, kliennya harus nyata," terang Nabila Firdausiyah, Ketua Pelaksanaan ditemani Dinni Anggraeni, rekannya yang bertugas sebagai PDD (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi) ketika bertemu SURYAMALANG.COM di kampung Jodipan, Kamis (20/7/2016).

Mereka adalah mahasiswa semester enam. Dalam kelompok mereka ada enam mahasiswa lainnya yang terlibat. "Teman-teman lain saat ini sedang KKN. Sementara saya dan Dinni harus menunda KKN dulu karena proyek ini belum selesai tuntas," terang Nabila.

Hal ini karena pengecatan kampung di tiga RT sasaran belum selesai 100 persen. Nabila menceritakan embrio klien yang dibidiknya adalah perusahaan cat Indana Paint. Sehingga tidak langsung mengajukan proposal. Kelompok ini melakukan riset dulu

"Sempat juga ditanya proposalnya," ungkap mahasiswa asal Probolinggo ini. Setelah bertemu dengan manajemen pabrik cat ini, ternyata mereka memiliki CSR yang biasanya diaplikasi dalam kegiatan pengecatan, misalkan di sekolah-sekolah.

Sebelum menggarap Jodipan, untuk mencari objeknya, tim kemudian jalan-jalan. Dan kemudian mendapatkan sasaran di Jodipan. Ide itu mereka sampaikan kepada Ketua RW, Pairin dan mendapat sambutan bagus dengan ide itu.

"Pak RW senang karena ada perbaikan di kampung," tutur Dinni. Kawasan di bantaran Sungai Brantas itu sempat disebut sebagai salah satu kampung kumuh di Malang. "Namun sebenarnya kampung bersih," jelas mereka.

Dengan mengusung konsep "Decofresh Warnai Jodipan", warna-warni kampung dari temboknya menjadi kampung itu berbeda. Apalagi lokasinya unik. Di bantaran sungai, rumah-rumah berdiri sesuai kontur tanah sehingga seperti bersusun.

Menjadi data tarik karena view-nya bisa dinikmati masyarakat yang melewati jembatan Buk Glodok. Dengan kondisi saat ini, banyak wisatawan lokal datang. Mereka masuk ke kampung itu untuk mencari spot selfie.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved