Malang Raya
Dituduh Curi Motor, Pemuda Tewas Dikeroyok 100 Orang Satu Kampung
Kondisi jenazah Ahmadi penuh dengan lebam unggu saat dibawa ke kamar mayat. Hampir seluruh bagian tubuhnya lebam bekas pukulan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, GEDANGAN - Ahmadi (25), warga Dusun Suber Pelus, Desa Sindurejo, Gedangan, Malang tewas usai diamuk seratusan warga, Sabtu (23/7/2016). Oleh warga, ia dituduh mencuri motor milik warga Dusun Punden Sari semalam sebelumnya.
Sekitar pukul 07.00 WIB, seratusan warga mendatangi rumah Ahmadi. Mereka meminta pria lajang itu keluar dari rumah untuk mengaku bahwa sudah mencuri motor warga. Sebagian dari mereka membawa batang kayu. Masa kemudian menganiaya Ahmadi hingga babak belur dan tewas.
“Dia baru diduga mencuri,” kata Ngadiran, paman Ahmadi, saat mengantar jenazah kemenakannya di Ruang Jenzah RSUD Saiful Anwar Kota Malang, Sabtu (23/6/2016).
Ngadiran mengaku tak tahu persis kronologi kejadian. Pasalnya, jarak rumahnya dan rumah Ahmadi yang juga dihuni oleh orangtua korban terpaut cukup jauh. Saat mendengar informasi Ahmadi dikeroyok, ia bergegas datang.
Kondisi saat itu, Ahmadi sudah tergeletak tak beryawa.
“Ada sekitar 200-an orang dilokasi,” terang Ngadiran dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Dusun Sumber Pelus, Samuji, mengatakan, pihaknya sudah berusaha melerai amukan massa. Akan tetapi, cara itu tak berhasil karena banyaknya warga di lokasi. Ia mengatakan, dari seluruh warga yang ada, tak semuanya ikut memukuli Ahmadi.
“Ada yang datang untuk melihat keramaian itu saja,” jelasnya, saat ditemui di lokasi yang sama.
Samuji membenarkan bahwa emosi warga yang tak terbendung itu disebabkan dugaan mereka bahwa Ahmadi telah mencuri motor jenis Honda Supra Fit milik warga lain beda dusun. Kejadian pencurian itu berlangsung malam hari sebelumnya sekitar pukul 19.00 WIB.
Pagi harinya, lanjut dia, beberapa warga menyampaikan tujuan itu langsung ke Ahmadi saat bertemu. Tak menjawab, Ahmadi justru lari dan pulang ke rumah. Massa pun berkumpul dan menyusulnya.
Kondisi jenazah Ahmadi penuh dengan lebam unggu saat dibawa ke kamar mayat. Hampir seluruh bagian tubuhnya lebam bekas pukulan.
Kecurigaan warga ke Ahmadi karena pria itu sebelumnya juga pernah disebut mencuri kendaraan.
“Track record-nya tidak buruk sekali. Tapi memang dia pernah mencuri motor,” tambahnya.
Kejadian semacam, kata dia, baru pertama terjadi di dusun itu.
“Semoga ini yang pertama dan terakhir,” harapnya.
Pihak kepolisian belum mau berkomentar tentang kejadian ini. Kapolsek AKP Nuryono, saat dihubungi, Sabtu petang, mengatakan sudah melimpahkan kasus tersebut ke Polres Malang. Ia tak mau berkomentar apapun saat ditanya terkait kronologi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro, hingga berita ini ditulis, belum menjawab telepon Surya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jenazah_20160723_202701.jpg)