Malang Raya
Kolektor Sepatu ini Koleksi Sepatu Edisi John Lennon Bertuliskan
Novi membeli sepatu ini semua original dari luar negeri. Bahkan, ada yang buatan Indonesia ia beli dari luar negeri, yakni dari Jepang.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setiap orang pasti memiliki hobi. Seperti halnya dengan Novi Matitawaer (42). Hobinya ini masih terbilang baru, yakni menjadi kolektor sepatu converse dari semua jenis.
Mulai dari Converse vintage, Converse Musik, Converse Kolaborasi, Converse Star Player, Converse Jack parsel.
Ketika ditemui di rumahnya, Jalan Raya Lembah Dieng, Kota Malang, sepatu converse tertata rapi di dalam satu ruangan. Sepatu converse ini tertata di dalam lemari dan ada yang ia taruh dalam wadah kotak bening yang transparan, Minggu (31/7/2016).
Satu persatu, Novi memamerkan koleksinya. Contohnya, ia menunjukkan satu koleksi sepatu Converse SAK yang dirancang oleh desainer dari Jepang, Ryusaku Hiruma.
Dikatakannya, converse ini buatan Italy yang diproses 90 persen buatan tangan dengan bahan material leather premium.
“Yang termahal ya jenis ini. Bisa sampai 10 juta harganya. Hanya ada 64 di dunia,” tutur dia sembari mengeluarkan sepatu jenis ini dari kotak transparan.
Ayah dua orang anak ini, termasuk baru menjadi kolektor sepatu converse. Sebenarnya ia tak hanya memiliki sepatu converse, tetapi ada ia juga suka dengan sepatu adidas. Namun, ketertarikannya dengan sepatu converse lebih besar dari sepatu lainnya. Terlihat, koleksi seepatu yang ia miliki begitu banyak. Ada sepatu untuk running, ada juga sepatu casual.
Tak main-main, Novi membeli sepatu ini semua original dari luar negeri. Bahkan, ada yang buatan Indonesia ia beli dari luar negeri, yakni dari Jepang. Karena, aturan pemasaran sepatu converse meskipun made in Indonesia, jualnya Jepang Market.
“Tidak pernah ada yang menjual converse buatan Indonesia di negara sendiri. Jadi penjualannya itu Jepang Market. Harganya juga tentu lebih mahal,” imbuh dia.
Dari koleksinya ini, ia dapatkan dari Skotlandia, Amerikan Jepang, Inggris yang ia beli secara online. Tentunya dari website yang terpercaya. Ia menceritakan, suatu ketika ia pernah tertipu ketika membeli sepatu converse seharga Rp 850 ribu. Namun, kejadian ini tak membuatnya jera untuk mengoleksi sepatu converse. Justru membuat dia semakin jeli.
Dengan teliti, ia memberikan tips untuk membedakan mana sepatu converse yang original dan mana yang palsu. Yakni salah satunya dengan memeriksa nomor SKU (nomor produksi). Dari nomor SKU itu, sepatu converse yang original kiri dan kanan akan memiliki nomor yang beda. Tak hanya itu saja, tetapi juga perlu dicek di internet.
“Tulis saja nomornya, jika sesuai akan muncul sepatu. Lengkap dengan nama desainernya dan gambarnya juga sesuai dengan barangnya,” tutur dia.
Kesenangannya mengoleksi sepatu converse lebih menggebu-gebu apabila ia mendapatkan sepatu yang masih berlabel ‘sample’ atau masih dalam percobaan produksi. Dengan begitu, apabila tidak jadi diproduksi, maka sepatu itu akan menjadi limited edition.
Misalnya, Converse Patta Amsterdam. Ia memiliki ini ketika masih akan diproduksi. Bahkan bisa jadi sekali membuat hanya ada 10 pasang saja di dunia. Karena menjadi barang yang terbatas, para kolektor berlomba-lomba untuk memiliki. Novi merasa beruntung bisa memiliki sepatu yang berlabel ‘sample’.
Bagi Novi, hobinya sebagai kolektor tidak membuatnya cuek terhadap sepatunya. Ia juga rajin untuk merawat sepatunya. Meskipun hanya sekedar diangin-anginkan. Dari ratusan koleksi sepatu converse miliknya, beberapa saja yang ia pakai untuk keperluan pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sepatu1_20160801_055943.jpg)