Rabu, 8 April 2026

Malang Raya

HTI Desak Pemerintah Segera Menutup Lokalisasi di Kediri

"Kediri sebagai Kota Santri tidak patut kalau masih ada kemaksiatan di lokalisasi Semampir. Kami menuntut Pemkot Kediri serius menyikapi masalah ini,"

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kediri unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Kediri, Jumat (5/8/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kediri unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Kediri. Aksi ini dilakukan untuk mendesak Pemkot Kediri agar segera menutup total lokalisasi Semampir, Jumat (5/8/2016).

Saat demo, massa juga menggelar spanduk dan poster berisi desakan agar lokalisasi Semampir ditutup. Masalahnya, saat ini lokalisasi yang berada di bawah Jembatan Semampir itu masih digunakan untuk berbuat mesum.

Padahal Pemkot Kediri telah resmi menutup, tapi tidak disertai dengan upaya penegakan hukum. Akibatnya, prostitusi sekarang kembali marak karena banyak PSK yang kembali beroperasi lagi.

"Kediri sebagai Kota Santri tidak patut kalau masih ada kemaksiatan di lokalisasi Semampir. Kami menuntut Pemkot Kediri serius menyikapi masalah ini," tandas Mahfud Abdullah, Humas HTI Kediri.

HTI Kediri juga mendesak Pemkot Kediri untuk bersikap tegas menutup total lokalisasi Semampir. "Pemerintah jangan tebang pilih, setengah hati dan plin plan menghadapi penolakan segelintir orang," tandasnya.

Apalagi Pemkot Kediri telah mengucurkan dana ratusan juta untuk alih profesi warga terdampak penutupan lokalisasi Semampir. "Jangan sampai dana yang telah dikeluarkan terbuang sia-sia. Tutup total lokalisasi Semampir," tandasnya.

Dikatakan, selama ini lokalisasi Semampir telah menjadi ikon tempat prostitusi di Kota Kediri. Sehingga pemerintah harus menutupnya untuk menyelamatkan generasi muda dari kerusakan moral.

Selain Pemkot Kediri, HTI Kediri juga mendesak Pemkab Kediri untuk menutup lokalisasi yang ada di Kabupaten Kediri. Karena tempat prostitusi tersebut sampai saat ini belum pernah dilakukan penutupan.

Sementara Ketua Lajnah HTI Kediri Ustad Ali Maksum mengungkapkan, pihaknya menggelar demo
untuk mengingatkan agar tidak dekat dengan perbuatan zina. Sehingga kalau lokalisasi Semampir masih beroperasi sama halnya pemerintah tidak memberantas kemaksiatan.

"Sudah beberapa kali kami mengajukan surat untuk beraudiensi dengan Wali Kota, tapi permohonan kami tidak pernah ditanggapi," ungkapnya.

Aksi demo ratusan massa Hizbut Tahrir ini mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Malahan Jl Basuki Rachmad depan Balai Kota Kediri ditutup arus lalu lintasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved