Trenggalek
Bupati Emil Dardak Terjebak Banjir Bandang di Trenggalek
"Banjir bandang ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Bisa jadi ini juga terkait dengan gelombang La Nina,"
Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan Posko Siaga Bencana yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Gandusari. Dari posko bencana ini dikoordinir penanganan pascabencana berikut distribusi bantuan.
Bupati Trenggalek Emil Dardak menyebutkan, Posko Siaga Bencana di Kecamatan Gandusari untuk pusat melayani penanganan wilayah rawan banjir di Kecamatan Gandusari, Kampak dan Pogalan.
"Banjir bandang ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Bisa jadi ini juga terkait dengan gelombang La Nina," ungkap Emil Dardak dalam penjelasannya kepada Surya, Kamis (18/8/2016).
Sementara nilai kerugian akibat bencana banjir bandang masih belum dihitung secara detail. Namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
"Kerugian jangan ditanya. Aset infrastruktur saja bisa miliaran. Ada jembatan yang hanyut," tambahnya.
Pemkab Trenggalek bersama dengan Basarnas dan Taruna Siaga Bencana serta TNI dan Polri telah melakukan evakuasi saat banjir sedang tinggi. Selain itu menyiapkan dapur umum dan mendistribusikan makanan siap saji.
"Kami juga menyiapkan dan mendistribusikan pakaian dan perlengkapan bayi," jelasnya.
Bupati Emil juga menceritakan sempat terjebak banjir saat melakukan peninjauan ke lokasi banjir sejak jam 3 dini hari.
"Kami sempat terperangkap banjir saat menuju Posko Kecamatan Gandusari," tambahnya.
Saat meninjau lokasi bencana, Emil Dardak juga mendatangi rumah-rumah penduduk yang kebanjiran dan menyapa penghuninya.
Malah Bupati sempat mendatangi warung makanan yang rumahnya kebanjiran dengan ketinggian 20 cm.
Bupati juga berterima kasih kepada BNPB dan BPBD yang telah menyiapkan makanan kaleng siap saji untuk warga yang rumahnya kebanjiran.
Emil juga sempat mencicipi makanan kaleng siap saji rasa rendang yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir.
"Walaupun tidak seenak resto Padang, tapi sudah layak untuk mengisi perut dikala banjir dimana warga kesulitan untuk memasak sendiri," ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadi bencana serupa dimasa mendatang harus ditangani secara terpadu dari hulu sampai hilir. Salah satunya berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air.
Sementara penanganan pascabencana dilakukan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Trenggalek membersihkan rumah Tulus warga Desa Pakel, Kecamatan Watulima yang terkena bencana tanah longsor.
Sedangkan kegiatan bersih-bersih sekolah pascabanjir dilakukan masyarakat di areal SMPN 1 Kampak. Banjir lumpur ini sempat masuk ke halaman dan sejumlah ruangan sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bupati-emil-dardak_20160818_220142.jpg)