Arema Malang
Sudah Pulih, Lopicic dan Dendi Belum Bisa Perkuat Arema
Lopicic dan Dendi sudah mulai mengikuti program latihan tim sejak Selasa (23/8/2016). Lopicic menggunakan pelindung lengan
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Di tengah proses menjalani persiapan pertandingan melawan Persib Bandung dan menghadapi masa transisi paruh kompetisi Indonesua Soccer Championship (ISC) A, para pemain Arema Cronus yang selama ini mengalami cedera sudah mulai kembali.
Selain Achmad Bustomi yang ikut berangkat ke Bandung, Dendi Santoso dan Srdan Lopicic juga menunjukkan pemulihan kondisi cederanya. Kembalinya dua pemain ini setidaknya jadi pertimbangan bagi Arema yang tengah berburu pemain baru meski mereka belum bisa unjuk gigi di Bandung.
Lopicic dan Dendi sudah mulai mengikuti program latihan tim sejak Selasa (23/8/2016). Lopicic yang menggunakan pelindung lengan menjalani program latihan khusus secara terpisah. Dendi bahkan sudah mulai ikut dalam sesi game dalam latihan setelah menjalani sesi latihan terpisah di awal latihan.
Lopicic yang menjalani operasi setelah mengalami patah tulang di siku tangannya menyatakan cederanya sudah tidak bermasalah. Ia tinggal menjalani latihan khusus untuk mengembalikan kebugarannya.
“Ini sudah tidak sakit, sebenarnya sudah siap main,” ujar Lopicic pada Surya, Kamis (25/8/2016).
Meski sudah menujukkan perkembangan kondisi siginifikan, Lopicic dan Dendi belum mendapat kesempatan untuk ikut bertanding di laga terdekat. Meski demikian, kondisi positif ini setidaknya memberi ketenangan bagi kebutuhan pemain di putaran dua Indoensia Soccer Championship (ISC) A.
Peran kedua pemain ini di posisi masing-masing menjadi salah satu pertimbangan manajemen Arema untuk mencari tambahan pemain baru.
Lopicic sebenarnya berkeinginan menunjukkan kembali penampilannya di lapangan setelah absen di sekian laga Arema. Sebagai salah satu pemain asing yang berposisi di lini tengah, masa transisi sekarang ini jadi masa yang penting baginya. Terlebih setelah hadirnya dua pemain asing seleksi yang memiliki spesialisasi sebagai pemain tengah.