Malang Raya

Setelah Calon Jemaah Haji Ditahan di Filipina, Imigrasi Larang KBIH Arafah Ajukan Pembuatan Paspor

Imigrasi Malang dalam waktu dekat akan memanggil pengelola KBIH Arafah. Petugas Imigrasi akan meminta keterangan terkait pembuatan paspor

Setelah Calon Jemaah Haji Ditahan di Filipina, Imigrasi Larang KBIH Arafah Ajukan Pembuatan Paspor
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Kasi Lalu Intas Keimigrasian Kanim Malang Galih Priya Kartika Perdhana 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Malang melarang Kantor Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah, Pasuruan mengajukan permohonan pembuatan paspor. Larangan (banned) ini dilakukan pascaterungkapnya peristiwa ditahannya 177 calon jemaah haji (CJH) asal Indonesia oleh pihak Imigrasi Filipina.

Seperti diberitakan, dari 177 CJH itu, 12 orang di antaranya diberangkatkan oleh KBIH Arafah yang ditunjuk oleh sebuah perusahaan agen haji dan umrah di Jakarta. 12 orang itu diketahui, 10 orang sebagai warga Pasuruan, dan dua orang warga Sidoarjo. Mereka bisa berangkat karena memiliki paspor.

Sebanyak 10 orang dari 12 orang yang diberangkatkan oleh KBIH Arafah membuat paspor di Kanim Malang.

"Setelah kejadian ini, dan selama masa pemeriksaan, KBIH ini kami banned. Dia tidak boleh mengurusi berkas, dan kalaupun sudah ada yang masuk akan kami pending," ujar Galih Priya Kartika Perdhana, kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kanim Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (26/8/2016).

Namun ketika ditanya apakah selama beberapa hari terakhir, ada berkas masuk permohonan pembuatan paspor dari KBIH itu, Galih menegaskan tidak ada.

Sebanyak 10 paspor yang diajukan 10 CJH asal Pasuruan itu dibuat dalam rentang waktu tahun 2015 hingga Agustus 2016. Galih menegaskan bahwa tidak ada persoalan dalam prosedur pembuatan paspor tersebut.

Pemohon, yakni warga, telah memenuhi syarat pembuatan paspor seperti KTP, KK, buku nikah, akte kelahiran/ijazah terakhir. Karena persyaratan lengkap, petugas pun meloloskan administrasi per mohonan itu.

Dalam pengisian formulir tujuan negara, pemohon juga mengisi negara Arab Saudi. Alasan mereka ke negara itu untuk ber-umrah bukan ber-haji. Pembuatan paspor untuk keperluan umrah itu juga dilengkapi dengan rekomendasi dari KBIH Arafah yang ditunjuk oleh PT Tisaga Nurkhotimah yang berada di Jakarta.

"Semuanya lengkap, secara prosedur tidak ada yang keliru. Berdasarkan data yang kami punya, mereka membuat paspor untuk umrah. Namun dalam perjalanannya ternyata untuk ber-haji itu yang tidak kami duga. Namun secara administrasi itu sudah keliru," tegasnya.

Karenanya, Imigrasi Malang dalam waktu dekat akan memanggil pengelola KBIH Arafah. Petugas Imigrasi akan meminta keterangan terkait pembuatan paspor yang telah dilakukan, dan penggunaan selanjutnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved