Rabu, 15 April 2026

Malang Raya

Tidak Ada yang Gagal Berangkat, Total Jamaah Haji Kota Malang Sebanyak 879 Orang

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Malang mencatatkan dua calon jamaah kemungkinan berhalangan berangkat karena sakit

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Jamaah haji asal Kota Malang kloter 55 diberangkatkan dari Kota Malang menuju Surabaya menggunakan 10 bus, Selasa (30/9/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sebanyak 879 Jamaah haji asal Kota Malang diberangkatkan secara resmi ke Surabaya dengan menggunakan sepuluh bus, Selasa (30/9/2016). Jumlah 879 itu dibagi menjadi dua kloter. Hari ini yang berangkat 437 jamaah. Data Kantor Kementrian Agama Kota Malang mencatat tidak ada jamaah haji yang gagal berangkat pada kloter 55 itu.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Malang mencatatkan dua calon jamaah kemungkinan berhalangan berangkat karena sakit. Akan tetapi pada H-7 pemberangkatan, Dinkes mengeluarkan surat yang menyebut kedua jamaah itu bisa berangkat tepat waktu.

Ketua Kantor Kementrian Agama Kota Malang, Imron, di sela pemberangkatan, mengatakan, dua jamaah itu akhirnya diberangkatkan setelah perawan secara insentif dilakukan. Memang, jika merujuk Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2016, calon jamaah yang sakit parah tidak diizinkan untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Dari Kota Malang tidak ada pembatalan, baik karena sakit maupun udzur lain. Jamaah yang melunasi sudah berangkat sesuai semestinya. Baik yang asli Kota Malang maupun yang mutasi dari daerah lain,” ujar Imron.

Diberangkatkan pagi hari, ia memprakirakan, jamaah akan sampai di Mekah esok hari sekitar pukul 08.00 WIB. Untuk para jamaah yang berusia di atas 75 tahun, pihaknya sudah menyediakan para pendamping. Totalnya ada 40 orang.

Untuk biaya hidup di sana, Kantor Kementrian Agama Kota Malang juga mengembalikan Rp 5,35 juta dalam bentuk mata uang rial. “Dari total Rp 39 juta yang mereka bayar, sebagian dikembalikan untuk biaya hidup di sana,” ungkapnya.

Suasana pemberangkatan saat itu berlangsung haru. Para jamaah yang sudah berada di dalam bus sebagian banyak terlihat menagis saat melambaikan tangan kepada sanak-saudara yang mengantar pemberangkatan.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji yang ikut memberangkatan jamaah haji, mengatakan, pemerintah kota akan menganggarkan untuk biaya transportasi jamaah haji pada APBD tahun depan. Pada tahun ini, pembiayaan itu hanya dilakukan sebagian saja.

“Fasilitas pemkot, kemarinkan menjanjikan pada PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Namun ternyata mundur. Saat ini sudah disampaikan ke Bagian Umum supaya transport dihandel pada tahun depan sepenuhnya,” ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved