Malang Raya
Bupati Malang dan Rombongan Plesir ke Rusia, Semoga Bermanfaat dan Tidak Merugikan Negara
kepergian bupati tidak efektif. Sebab banyak pihak yang diajak, namun tidak ada kaitannya dengan tujuan utama ke Rusia
Penulis: David Yohanes | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Sejak 19 Agustus 2016, Bupati Malang, Rendra Kresna, bersama sejumlah kepala dinas dan rekanan proyek di lingkungan Pemkab Malang pergi ke Rusia. Kepergian Bupati beserta rombongan untuk menghadiri Festival Indonesia di Moskow.
Namun hingga Rabu (31/8/2016) bupati dan rombongannya belum sampai di Kabupaten Malang.
Wakil Koordinator Eksternal Malang Corruption Watch (MCW), Hayik Ali Muntaha mengatakan, kepergian bupati tidak efektif. Sebab banyak pihak yang diajak, namun tidak ada kaitannya dengan tujuan utama ke Rusia.
“Kalau tujuannya promosi wisata, apa kaitannya dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya?” ucap Hayik
Lebih jauh Hayik menegaskan, bupati harus melaporkan ke publik apa hasil bepergian ke Moskow tersebut. Sebab kegiatan tersebut menggunakan uang negara.
Apalagi selama 10 hari bupati meninggalkan tugas-tugasnya sebagai kepala daerah di Kabupaten Malang. Bupati juga harus menjelaskan keterlibatan sejumlah rekanan di dalam rombongan.
Terutama perusahaan bermasalah, yang selama ini masuk daftar hitam BPK.
“Kalau tidak ada penjelasan, maka akan timbul praduga buruk tentang kegiatan bupati,” tegasnya.
Hayik juga mempertanyakan, alasan molornya kepulangan bupati karena promosi potensi Kabupaten Malang ke sejumlah negara.
Sebab untuk promosi ke luar negeri, biasanya diperlukan event promo yang digagas pemerintah Indonesia.
“Apabila alasannya keliling Eropa untuk mempromosikan Kabupaten Malang, patut dipertanyakan. Sebab tidak di semua negara di Eropa sedang ada promo Indonesia," pungkas Hayik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/moskow-rusia_20160831_204930.jpg)