Malang Raya
Begini Cara Pemkot Malang Seleksi Calon Pedagang Pasar Senggol
Sebanyak 120 calon pedagang Pasar Senggol di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjalani seleksi akhir pemilihan para pedagang
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 120 calon pedagang Pasar Senggol di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjalani seleksi akhir pemilihan para pedagang, di Balai Kota Malang, Selasa (20/9/2016).
Dari total itu, para juri akan menyeleksi hingga menyisa 70 pedagang saja.
Yang menarik, para pedagang harus membawa barang yang rencana akan mereka jual untuk ditampilkan pada para juri. Ada dua jenis dagangan yang bakal diterima, yakni kuliner dan nonkuliner. Dari kuota yang ada, 50 tenda bakal diberikan pada pedagang kuliner. Pedagang nonkuliner mendapat jatah 20 tenda.
Kepala Seksi Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung Harjaya Buana menjelaskan, ada tujuh kriteria utama yang dinilai tim juri untuk pedagang kuliner. Yakni, bahan baku, proses, cara saji, kehigenisan, harga jual, kekhasan kota, dan komitmen terhadap tata tertib.
"Mereka harus bawa contoh makanan yang dijual. Kami juga meminta mereka membawa foto atau video produksi," ujarnya, sela kegiatan.
Sementara untuk pedagang nonkuliner, para juri memakai patokan pengemasan, bahan baku, dan harga jual sebagai penilaian utama. Agung mengatakan, juri yang hadir berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), antara lain, Dinas Kesehatan, Dinas Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Kantor Ketahanan Pangan, dan Disbudpar.
Agung menjelaskan, persiapan Pasar Senggol sudah mulai matang. Stan dan infrastruktur penunjang sudah mulai dibenahi.
"Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lain untuk membahas maslaah instalasi luar, air bersih, listrik, dan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah)," katanya.
Budi Fathony, akademisi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang digandeng pemkot untuk Pasar Senggol, mengatakan, tidak ada perubahan konsep untuk Pasar Senggol itu. Produk utama yang akan dijual tetap kuliner. Produk nonkuliner akan menjadi pelengkap saja. Itu sebabnya porsinya tak banyak. Ia menyebut, data base terkait penyelenggaraan pasar itu sudah disusun.
"Infrastruktur menjadi metode yang baik setelah direncanakan. Tujuannya agar pascakegiatan tidak bermaslaah untuk limbahnnya. Sirkulasi jalan sudah di diskusikan dengan dinas terkait," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pasar-malang_20160920_120315.jpg)