Jumat, 24 April 2026

Arema Malang

Alasan Arema Tidak Rekrut Pemain Lokal di Jeda Kompetisi

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo menyampaikan kontrak pemain asing Nick Kalmar merupakan kontrak pemain terakhir Arema di putaran kedua ISC

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jeda panjang diberlakukan operator kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) A pekan ini untuk memberi kesempatan pada pemain yang bertarung di ajang PON XIX.

Libur pertandingan hingga 13 hari itu diharapkan juga bisa dimanfaatkan oleh tim peserta ISC untuk turut mendukung penyelenggaraan PON sekaligus berburu pemain lokal. Tapi kesempatan berburu pemain lokal muda di ajang PON XIX nampaknya tidak dilakukan Arema Cronus.

Arema Cronus kemungkinan besar tak lagi mencari pemain baru untuk mengarungi putaran dua kompetisi ISC A.

Rencana perburuan pemain lokal yang sempat dilontarkan sudah dihentikan untuk saat ini. Karena itulah manajemen Arema Cronus memilih berkosentrasi pada pemain yang ada sekarang daripada berburu pemain muda di ajang PON.

General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo menyampaikan kontrak pemain asing Nick Kalmar merupakan kontrak pemain terakhir Arema di putaran kedua ISC A.

Kuota pemain asing Arema Cronus memang sudah terisi penuh dengan masuknya Nick Kalmar. Arema masih bisa merekrut pemain lokal baru bila diperlukan.

Arema Cronus baru bisa menambah pemain lokal baru asal ada pemain lokal senior lain yang keluar. Atau memburu pemain baru yang usianya di bawah 21 tahun. Tapi itu tidak dilakukan.

Meskipun kesempatan untuk menambah pemain lokal baru terbuka hingga 30 September 2016, Arema sudah menutup sementara catatan perburuan pemain baru.

"Untuk pemain lokal sudah tidak tambah lagi lah. Sudah stop dulu. Kuota pemain lokal juga sudah penuh kalau mau cari pemain berpengalaman," ujar Ruddy.

Sebelumnya manajemen Arema Cronus mewacanakan untuk mendatangkan pemain lokal baru untuk posisi stoper. Tapi opsi itu nampaknya harus dilupakan, karena belum ada gambaran pemain lokal yang bakal dicoret.

Di sisi lain, manajemen Arema tak mau berisiko mendatangkan stoper lokal yang masuk kategori pemain U-21.

Bila berbicara tentang stok pemain muda, Arema Cronus memang lebih memilih mengoptimalkan pemain U-21 yang sudah ada di daftar pemain.

Manajemen kemungkinan lebih memilih menggunakan jasa Junda Irawan, Dio Permana, Ryuji Utomo dan Utam daripada merekrut pemain muda baru.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved