Blitar

Sepasang Kekasih Kompak Curi 30 Tabung LPG, Karena ini

"Saat ditangkap tadi (kemarin), mereka sepertinya sudah paham dengan kesalahannya sehingga menurut saja,"

Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara kini harus meringkuk di sel Polres Blitar karena kompak membobol toko. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Meski usianya masih di bawah umur, namun cinta mereka telah membutakan mata hatinya. Tak peduli mencuri sekalipun, mereka nekat melakukannya.

Alasannya, mereka mengaku sedang kepepet uang buat makan dan membayar uang kos. Sebab, si laki-lakinya masih pengangguran, sedang si perempuannya kabur dari rumah neneknya sehingga dikoskan oleh pacarnya. Akibat tindakannya itu, kini sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu meringkuk di Polres Blitar, setelah ditangkap petugas, Rabu (21/9/2016) pagi.

Saat ditangkap, keduanya sedang asyik bermain play station (PS), di Kecamatan Gandusari.
Mereka adalah Ddp (17), dan Lm (17), keduanya warga Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

"Saat ditangkap tadi (kemarin), mereka sepertinya sudah paham dengan kesalahannya sehingga menurut saja," kata AKBP Slamet Waluya, Kapolres Blitar, Rabu (21/9/2016).

Pencurian sendiri terjadi pada dini hari atau pada 20 Agustus 2016 lalu. Mereka membobol toko milik Gunanto (50), warga Desa/Kecamatan Gandusari.

Dari toko korban, pelaku mencuri 30 tabung LPG, Pertramak dalam jurigen sebanyak 10 liter, dan uang Rp 300 ribu. Modusnya, mereka beraksi berdua pada dini hari. Caranya, si laki-lakinya, Ddp mencongkel jendela toko, sedang yang perempuan, Lm, berjaga-jaga di depan toko.

"Saat si laki-laki mengeluarkan barang curian dari dalam toko, pacarnya, yang menunggui barang curian itu di luar toko korban," paparnya.

Selanjutnya, barang-barang itu diangkut dengan gerobak yang disiapkan pelaku, dengan cara ditarik sepeda motornya. Barang curian itu, tak dbawa pulang oleh Ddp melainkan disembunyikan di tegalan, yang ada di belakang rumah kos Lm. Yakni, masih satu desa dengan rumah korban.

"Baru 10 hari kemudian, tabung LPG itu dijual ke Pasar Wlingi. Namun, tak dijual semuanya, melainkan hanya 5 buah dan laku Rp 500 ribu," paparnya.

Uang hasil kejahatan itu, menurut Slamet, di antaranya dipakai buat biaya hidup Lm. Yakni, buat makan dan bayar kos Rp 100 ribu per bulan. Sebab, Lm sudah dua bulan kabur dari rumah neneknya. Oleh pacarnya, Ddp, Lm dikoskan di dekat kantor Kecamatan Gandusari.

Informasinya, Lm kabur dari rumah neneknya karena mengaku kecewa dengan orangtuanya yang telah bercerai.

"Selama kos itu, biaya hidupnya ditanggung pacarnya (Ddp). Sementaranya, pacarnya sendiri belum kerja. Akibatnya, saat kepepet uang, mereka mengaku gelap mata dan nekat bersama-sama mencuri," paparnya.

Terkuaknya kasus pencurian ini setelah korban melapor ke Polsek Gandusari selang beberapa jam dari kejadian pencurian itu. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi dari masyarakat, kalau ada tumpukan tabung elpiji di tegalan. Setelah diselidiki, ternyata ada warga yang melihat bahwa sepasang kekasih itu ketahuan mengambil tabung Lpg dari tegalan itu.

"Sebenarnya, kami kasihan dengan kondisi mereka karena masih anak-anak. Namun, karena ada laporan kasus itu, ya gimana lagi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved