Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Hanya 10 Pendonor Aktif di Kota Malang yang Punya Rhesus Negarif

"Kami berkomunikasi dengan mereka, terutama ketika akan ada operasi yang ternyata membutuhkan darah rhesus negatif,"

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
Kompas.com
Ilustrasi Kantong Darah 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sudah menjadi pemahaman umum, jika rhesus darah orang Indonesia didominasi rhesus positif (+). Namun bukan berarti tidak ada orang Indonesia memiliki rhesus negatif.

Karena jarang inilah, Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang menjalin jaringan dengan mereka yang memiliki rhesus negatif di Kota Malang. Sampai saat ini hanya ada 10 pendonor aktif di Kota Malang yang diketahui memiliki rhesus negatif. Mereka terdiri dari warga Indonesia dan warga negara asing.

"Kami berkomunikasi dengan mereka, terutama ketika akan ada operasi yang ternyata membutuhkan darah rhesus negatif," ujar Kepala UTD PMI Kota Malang dr Enny Sekar Rengganingati, Sabtu (24/9/2016).

Seperti contoh kasus beberapa waktu lalu, ada seorang ibu yang hendak melahirkan melalui operasi. Si ibu itu berrhesus negatif. Jauh hari dia sudah pesan, dan pihak UTD PMI mengupayakannya.

"Memang harus dijaga," lanjutnya.

Setiap bulan, PMI Kota Malang mampu menyediakan 3.500 kantong darah dari target per bulan 2.807 kantong. Sebagian besar darah berrhesus positif.

Target pengumpulan darah itu melampaui karena Kota Malang memiliki banyak pendatang. Mahasiswa dan TNI, merupakan dua elemen yang paling banyak menyumbang darah.

Enny juga menambahkan, masyarakat yang membutuhkan darah, bisa memantau stok darah melalui aplikasi android UTD PMI Kota Malang. Di aplikasi itu, tersedia informasi terbaru ketersediaan darah di Kota Malang

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved