Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Korban Pantai Rantai Wulung Ditemukan Mengapung di Pantai Sendangbiru

“Pihak keluarga yang memastikan, bahwa gelang itu memang dipakai korban. Jadi sekarang tinggal satu korban yang belum ditemukan,”

Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG/David Yohanes
Tim SAR saat proses evakuasi jenazah Tedi Wahyu Febrianto (22) di Puskesmas Sitiarjo, Malang 

SURYAMALANG.COM, SUMBERMANJING WETAN - Satu dari dua korban terseret ombak di Pantai Rantai Wulung, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang berhasil ditemukan tim SAR.

Korban atas nama Tedi Wahyu Febrianto (22) ditemukan di Pantai Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Kapolsek Bantur, AKP Yatmo mengatakan, awalnya tim SAR fokus melakukan pencarian di Bantur. Namun ada laporan ditemukan jenazah mengapung di laut Pantai Sendangbiru.

“Awalnya kami tidak yakin karena jaraknya sangat jauh, sekitar empat mil dari lokasi kejadian. Namun kami tetap memeriksa ke lokasi penemuan, untuk memastikan,” ungkap Yatmo, Senin (26/9/2016).

Saat diperiksa, Yatmo tidak yakin jenazah yang ditemukan adalah satu dari dua korban yang terseret ombak. Apalagi pada hari Sabtu (24/9/2016) ada kejadian perahu terbalik di Sendangbiru. Namun akhirnya pihak keluarga bisa mengenali mayat tersebut.

Masih menurut Yatmo, ada sebuah gelang di kaki kiri korban. Gelang tersebut yang dipakai oleh Tedi, sebelum memancing.

“Pihak keluarga yang memastikan, bahwa gelang itu memang dipakai korban. Jadi sekarang tinggal satu korban yang belum ditemukan,” tambah Yatmo.

Dengan penemuan jenazah Tedi, posko pencarian dipindah dari Pantai Kondang Merak ke Pantai Sendangbiru. Tim SAR masih fokus untuk menemukan saudara tua Tedi, Dani Oktafianto (30) yang turut hilang di saat bersamaan.

Lebih jauh Yatmo mengungkapkan, tim SAR mengalami kendala ombak besar. Ketiggian ombak mencari tiga hingga empat meter. Tim SAR hanya bisa mengandalkan perahu karet dan penyisiran dari darat.

“Sebenarnya sangat bersiko untuk turun ke laut. Tapi kami yakin, perahu karet yang ada bisa menerjang ombak dan memaksimalkan pencarian,” tutur Yatmo.

Sesuai standar operasional, proses pencarian korban dihentikan pada hari ke-6. Jika dihitung sejak pertama kejadian, Kamis (22/9/2016), maka seharusnya pencarian dihentikan pada Selasa (27/9/2016). Namun kepastian penghentian proses pencarian masih menunggu evaluasi.

Kamis (22/9/2016) Dani dan Tedi tengah memancing di Pantai Rantai Wulung. Saat itu dua kakak beradik ini bersama ayahnya, Didik Junianto (55) dan adiknya, Galuh Septiadi Wijaya (15). Saat tengah memancing. Ombak besar menerjang mereka.

Dani dan Tedi terjatuh ke laut, bersama berlalunya ombak. Mengetahui Dani dan Tedi dalam bahaya, Didik sempat melemparkan balok kayu ke arah keduanya. Kedua korban dikabarkan berhasil berpegangan pada balok tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved