Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Dua Bulan Lagi, Museum Tempo Doeloe Pindah ke Tumpang Malang

"Museum Malang Tempo Doeloe terlalu kecil kalau di sini. Di sana akan menempati lokasi sektiar satu hektare,”

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Museum Tempo Doeloe di Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang akan dipindah ke daerah Tumpang, Kabupaten Malang. Suasana museum itu pada Rabu (28/9/2016) sore tampak sepi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Museum Tempo Doeloe di Jalan Gajahmada, Kecamatan Klojen, Kota Malang, tidak lama lagi akan berpindah lokasi ke daerah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Tepatnya di sekitar Pasar Sayur.

Di sana, museum itu akan menjadi menempati satu kawasan dengan Museum Panji yang sedang disiapkan.

Ketua Yayasan Inggil Dwi Cahyono menyebut, pemindahan itu akan dilakukan paling lambat dua bulan mendatang. Saat ini bangunan untuk museum di Tumpang sudah siap. Waktu dua bulan itu dibutuhkan untuk pemindahan barang-barang museum dan penataannya. Di Tumpang, Yayasan Inggil sudah menyiapkan lahan yang luasnya sekitar 3 hektare (ha).

“Nanti di sini akan kosong atau tetap ada masih belum tahu. Mungkin bisa juga koleksinya dibangi. Menurut saya, Museum Malang Tempo Doeloe terlalu kecil kalau di sini. Di sana akan menempati lokasi sektiar satu hektare,” ujar Dwi, saat ditemui di lokasi Museum Tempo Doeloe.

Dengan lahan yang luas, ia bercita-cita membuat kawasan wisata sejarah yang tersentral. Apalagi dengan hadirnya Museum Panji yang juga dikelola oleh yayasan yang sama, para pengunjung akan memperoleh banyak informasi sejarah hanya dengan mendatangi satu tempat saja.

Di tempat yang baru yang direncanakan, Dwi mengatakan akan ada perubahan tata letak. Ini mengingat luasan tempat yang memang jauh lebih besar dibanding dengan kondisi di Jalan Gajahmada. Ia mencontohkan, wisata sejarah bawah tanah di Tumpang bisa lebih luas dibanding dengan di lokasi museum sekarang berdiri.

“Nanti bisa se-inggil sendiri tempat galiannya. Kalau di sini kan hanya enam kali berapa meter saja,” tambahnya.

Penyentralan lokasi museum diharapkan bisa menjadi tempat favorit bagi para penikmat sejarah. Lokasi yang lebih luas dengan koleksi yang lebih banyak diharapkan bisa menjadi pilihan alternatif berwisata. Ia pun akan mewadahi rencana penyiapan belajar sejarah sehari di tempat itu.

Dwi tak khawatir pemindahan lokasi Museum Tempo Doeloe bakal berdampak pada jumlah kunjungan. Sekadar tahu saja, lokasi museum itu saat ini berada di tengah kota yang jaraknya hanya beberapa ratus meter saja dari Balai Kota Malang dan Gedung DPRD Kota Malang. Kedekatan dengan pusat kota ini diakui sedikit-banyak berpengaruh kepada jumlah wisatawan.

“Tapi saya tidak menghitung ramai tidaknya. Sekolah di Malang yang datang ke sini bisa dihitung. Yang banyak justru sekolah dan universitas dari Surabaya, Jakarta. Kalau yang niat belajar, di mana saja lokasinya pasti akan tetap datang,” ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved