Sabtu, 11 April 2026

Sportarema

Borong Medali di PON, Cowok Asli Malang Ini Bikin Harum Nama MILS

Alhamdulilah. Saya puas, senang karena ini adalah medali emas pertama saya di PON

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM
Yossy Aditya Nugraha (kanan) dan pelatih MILS Yuhartono menunjukkan medali kemenangannya dari PON XIX saat tiba di Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wakil satu-satunya dari kota Malang di Cabang Olah Raga (Cabor) sepatu roda di PON XIX, Yossy Aditya Nugraha (15) sukses memborong medali dari pesta olah raga empat tahunan itu.

Atlet muda asli Malang ini sukses membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak dari ajang PON yang baru ditutup di Jabar. Prestasi dan sosok Yossy langsung dijadikan contoh bagi para atlet muda sepatu roda di klub asalnya, Malang In Line Skates (MILS) dan diharapkan juga jadi role model bagi atlet sepatu roda di Malang.

Yossy mendapat apresiasi tinggi ketika pulang ke Malang, Kamis (29/9/2016). Ia langsung bergabung dan membagi pengalaman selama berlaga di PON pada rekan atlet satu klubnya.

Pelatih kepala MILS, Yuhartono menyatakan Yossy akan menjadi tolak ukur bagi perkembangan calon atlet di MILS. Atlet muda yang saat ini menduduk di kelas X SMA Negeri 2 Kota Malang itu sudah membawa pengalaman serta jam terbang di level nasional.

“Kami mengharap pengalamannya bisa membantu kepelatihan dan membawa adik-adiknya ikut berprestasi. Adik-adiknya akan sangat meniru apa yang dicapai Yossy saat ini. Yossy merupakan wujud misi MILS, yakni mencetak atlet berprestasi. Semoga adik-adiknya nanti bisa mengikuti prestasi,nya” kata Yuhartono.

Ia menambahkan, para junior Yossy di MILS akan mendapat banyak ilmu yang bermanfaat untuk pertumbuhan skill serta etos latihan demi mencapai prestasi.

Yossy mendapat dua medali emas dari ajang PON XIX masing-masing dari kelas ITT 10 kilometer dengan tim beranggotakan empat orang dan di nomor relay estafet. Sedangkan medali perak didapat di kelas ITT 5 lap.

Atlet yang merupakan alumnus SMPN 21 Malang itu lolos mengikuti Puslatda PON setelah beberapa kali meraih gelar juara di kejuaraan sepatu roda nasional. Tapi prestasi yang didapat juga tidak mudah.

"Saya latihan pagi, siang dan sore, hasilnya terasa saat turun di lintasan. Alhamdulilah. Saya puas, senang karena ini adalah medali emas pertama saya di PON,” ungkap putra pasangan Suwono dan Ari Eka Pinarni itu.

Untuk bisa merebut medali emas Yossy harus menghadapi lawan-lawan berat. Selain tuan rumah Jabar yang diuntungkan suporter kandang, Yossy menyebut langganan juara seperti DKI, Jateng dan Kaltim juga memberi persaingan sengit di lintasan.

“Tapi, latihan di Puslatda Jawa Timur terbayar lunas," tegas atlet yang sempat mengenyam uji coba ke Jepang itu.

Pengurus dan pelatih MILS berharap prestasi Yossy bisa juga diangkat oleh Pemkot untuk dijadikan percontohan dalam pembinaan atlet muda dan pengembangan Cabor sepatu roda. Pemerintah Kota Malang lewat KONI dan cabor sepatu roda diharapkan bisa memberi apresiasi yang pantas untuk Yossy.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved