Kamis, 23 April 2026

Malang Raya

Besok, Al Quran Raksasa di Kirab pada Parade Muharram, Ini Rutenye

Dalam parade itu, Al Quran raksasa berukuran 2,5 meter x 5 meter akan dikirab keliling kota.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
Istimewa
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Parade Muharram 1438 H akan digelar, Minggu (2/10/2016) pagi. Dalam parade itu, Al Quran raksasa berukuran 2,5 meter x 5 meter akan dikirab keliling kota.

Penulisan Al Quran baru sektiar 1,5 juz. Rencananya, penulisan lebih lanjut Al Quran akan diresmikan penulisannya oleh Wali Kota Malang M Anton.

Kepala Kementrian Agama Kota Malang M Imron mengatakan, Alquran yang masih dalam tahap penyusunan itu ditulis oleh tiga orang. Ketua penulisnya bernama Miftahul Munir. Jika sudah rampung, Alquran raksasa akan dijadikan salah satu koleksi Islamic Centre, bangunan yang gagal terealisasi pembangunannya tahun ini.

“Ada sekitar 50.000 peserta parade,” kata Imron, Sabtu (1/10/2016).

Jumlah itu dihitung dari jumlah kupon yang sudah tersalur. Peserta parade akan lebih banyak dari kegaitan serupa tahun lalu yang hanya diikuti oleh sekitar 40.000 peserta. Selain dari organisasi keagamaan, peserta juga berasal dari institusi pendidikan SD hingga SMA sederajat se-Kota Malang.

Para peserta parade rencananya diberangkatkan pukul 06.00 jalan depan Balai Kota Malang. Rute yang akan dilewati meliputi Jl Kahuripan, Jl Basuki Rahmad, Jl Merdeka Barat, Jl Kauman, Jl KH Hasyim Asyari, Jl Ade Irma Suryani, Jl Pasr Beasr, Jl Zainal Arifin, Jl Aris Munandar, hingga kembali ke halaman Bali Kota Malang. Panjang rute ini diprakirakan sekitar 4,5 kilometer. “Akan ada juga deklarasi umat Islam bersatu pada kegaitan itu,” ucapnya.

Dinas Perhubungan Kota Malang menyebut, potensi macet pada perayaan minim. Pasalnya, kegiatan dilakukan di jam saat kendaraan masih sepi. Rute sengaja diarahkan pada jalan yang kepadatannya tidak tinggi di hari Minggu. Prediksi jarak tempuh bakal memakan waktu sektiar satu jam.

Tak ada rekayasa lalu lintas selama perayaan tahunan itu. Asal tahu, parade semacam sudah digelar selama tiga tahun bertutut. Dishub hanya akan menutup separoh badan jalan untuk peserta parade yang berjalan kaki selama kegitan berlangsung.

“Kemacetan tinggi kemungkinan justru terjadi di kelurahan-kelurahan yang merayakan bersih desa. Salah satunya di Dinoyo. Potensi macet di Dinoyo akan lebih tinggi karena poros rute yang dilalui cenderung padat kendaraan,” ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved