Malang Raya
Pagar Seng Pasar Merjosari Gagal, Dinas Pasar: 400 Lebih PKL Merjosari Minta Tempat
Setelah rencana penutupan pasar dengan pagar seng gagal, langkah selanjutnya yang disiapkan adalah realisasi permintaan pihak-pihak yang menolak.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Dinas Pasar Kota Malang mulai menyiapkan strategi untuk memboyong para pedagang Pasar Merjosari agar mau berpindah ke Pasar Terpadu Dinoyo sebelum tutup tahun 2016.
Setelah rencana penutupan pasar dengan pagar seng gagal, langkah selanjutnya yang disiapkan adalah realisasi permintaan pihak-pihak yang menolak.
Dari gagalnya pemagaran, Dinas Pasar menyebut ada lebih dari 400 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang meminta solusi jika pasar dibongkar. Jumlah itu bertambah dari data awal Dinas Pasar saat operasional Pasar Merjosari untuk pertama kali, yakni hanya 150-an pedagang. Dinas itu saat ini tengah memikirkan solusi untuk para PKL ini.
Kepala Dinas Pasar Wahyu Setianto mengatakan, bakal mengkomunikasikan masalah itu dengan investor Pasar Terpadu Dinoyo, PT Citra Gading Asritama (CGA). Jika masih ada tempat kosong, Dinas Pasar akan meminta penempatan bagi para PKL itu.
Sama seperti pedagang lain, para pedagang yang bisa tertampung tetap harus membeli bedak atau meja sesuai ketentuan
“Yang sudah punya tempat, yakni pedagang yang terdata, ada sekitar 700 orang. Yang sudah beli dan mengangsur ada 425. Insya Allah dalam waktu dekat bisa mencapai 500 orang. Untuk rencana penampungan PKL, harus kami koordinasikan dulu,” kata Wahyu, Sabtu (1/10/2016).
Jika penampungan itu tidak memungkinkan, Dinas Pasar bakal mencari opsi lain. Rencana itu tetap dibarengi dengan imbauan kepada para pedagang di Pasar Merjosari supaya cepat berpindah ke Pasar Terpadu Dinoyo.
Jika hingga akhir tahun belum ditemukan solusi, pemerintah mengancam bakal bertindak tegas. Wahyu bilang, hingga batas itu pedagang mau tidak mau harus meninggalkan Pasar Merjosari.
“Kami harus tegas. Kemarin kan jangan sampai ada konflik. Jadinya sementara tidak dipagar dulu. Biar suasana lebih kondusif,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pkl-copot-pagar_20160930_123008.jpg)