Malang Raya
Tiga Kecamatan di Kabupaten Malang Rawan Miskin, Karena ini
“Ternyata perubahan iklim sangat sensitif pada wilayah-wilayah yang selama ini menjadi pusat agropolitan,”
Penulis: David Yohanes | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, MALANG - Tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), telah melakukan penelitian dampak perubahan iklim terhadap wilayah agropolitan.
Hasilnya tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Malang rentan mengalami kemiskinan, akibat perubahan iklim.
Yon Sugiarto dari IPB mengungkapkan, ada 10 wilayah di Indonesia yang diteliti, mulair dari Sumatera hingga Nusa Tenggara. Malang dipilih salah satunya. Penelitian dipusatkan di Poncokusumo sebagai pusat agropolitan di Kabupaten Malang.
“Ternyata perubahan iklim sangat sensitif pada wilayah-wilayah yang selama ini menjadi pusat agropolitan,” ungkap Yon, Selasa (4/10/2016), saat bertemu dengan Bupati Malang, Rendra Kresna di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Yon menambahkan, dampak perubahan iklim setiap wilayah berbeda-beda. Misalnya, satu daerah mengalami kerentanan ekonomi. Sementara daerah lain lebih tahan dari sisi ekonomi, namun tingkat bahaya lebih tinggi.
Hasil penelitian tersebut, tiga kecamatan di Kabupaten Malang rawan mengalami kemiskinan akibat perubahan iklim. Tiga kecamatan tersebut adalah kecamatan Jabung, Sumbermanjing Wetan dan Dampit. Ancaman kemiskinan ini lebih disebabkan terancamnya lahan pertanian akibat perubahan iklim.
“Hasil studi ini lebih agar pemerintah daerah memiliki dokumen kajian resiko dan dampak perubahan iklim,” tambah Yon.
Sementara Ketua Tim Peneliti, Perdinan menimpali, timnya juga mencoba menyusun peta potensi bahaya dampak perubahan iklim di Kabupaten Malang. Misalnya desa Ngadas yang mempunyai potensi kekeringan. Padahal di wilayah desa tersebut curah hujannya cukup tinggi.
Selain itu, dokumen kajian nantinya dapat digunakan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi di Kabupaten Malang. Hasil kajian juga akan menjadi acuan untuk menyusun kajian lingkungan hidup strategis dan rencana program pembangunan daerah.
"Nanti Bapak Bupati akan mendapatkan daa potensi desa yang kami dapatkan dari BPS. Nantinya akan diketahui, desa mana yang perlu menjadi prioritas dan apa yang harus diprioritaskan," jelas Perdinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pegawai-malang_20161004_230128.jpg)