Malang Raya
Masayu, Mantap Jadi Freelance Ilustrator, Karyanya Harum Hingga Jepang, Korea, China, dan Amerika
Masayu, sapaan akrabnya, sangat menggemari dunia menggambar sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Bagi Mas Achmada Syarifah Ayu Al-Arini (25) melakukan sesuatu dengan bebas itu merupakan passion hidup yang ia pilih dan nikmatin. Seperti yang ia lakukan hingga saat ini, yakni menjadi freelance ilustrator.
Masayu, sapaan akrabnya, sangat menggemari dunia menggambar sejak ia duduk di bangku kelas 3 SD. Tangannya tak bisa diam jika tidak menggambar atau mewarnai. Segala sesuatu yang berhubungan dengan menggambar pasti ia lakukan.
Kini, karya alumnus Universitas Brawjiaya (UB) Malang jurusan Sastra Jepang ini sudah dikenal sampai ke luar negeri. Seperti Jepang, China, Korea, Denmark, dan Amerika. Negara-negara itu menyukai dan memintanya untuk menggarap illustrator berupa komik. Awal-awal Masayu menggambar komik dengan alat pensil, tetapi saat ini ia menggambar komik menggunakan pen tablet, karena dirasa lebih mudah.
Namun, Masayu memilih untuk tetap menjadi freelance illustrator. Ia tak ingin tergabung dengan studio apa pun meski banyak tawaran datang kepadanya untuk ikut dengan project studio. Baginya, bekerja mandiri lebih menyenangkan.
“Lebih bebas aja. Ya memang kalau mandiri, penghasilan ya tergantung saya. Beda dengan ikut studio. Sekali buat langsung 100. Tapi saya paling tidak bisa kalau diberi deadline,” ujarnya sembari mengutak-atik gambar komik yang sedang ia buat di meja kerjanya, Jumat (7/10/2016).
Anak kedua dari lima bersaudara ini bukan seperti kebanyakan illustrator dan pegiat karikatur lainnya. Ia lebih memilih untuk menerima pesanan berupa pembuatan komik yang dibukukan, atau buku ilustrasi. Buku ilustrasi yang ia tawarkan ini terserah yang pesan akan diisi oleh cerita apa saja. Satu buku ilustrasi ada sekitar 22 halaman. Bahasa yang ia pakai ialah Bahasa inggris.
“Harganya pakai dolar. Satu buku ukuran A5 itu 10 dolar. Atau sekitar 120 ribu rupiah. Sistemnya saya preorder. Semisal, dalam beberapa jangka waktu saya membuka siapa yang mau pesan. Lalu setelah mendapat beberapa pesanan saya tutup untuk jangka waktu sampai saya ingin buka lagi,” tutur dara kelahiran 20 Juni ini. Komik yang ia buat ialah komik jenis Doujinshi atau komik yang diterbitkan langsung oleh illustrator.
Di lain hal, Masayu juga menyediakan fans page di Facebook yakni komik yang menceritakan tentang dua orang polisi yang sedang bertugas. Yakni, Taat Lalu Lintas ala Budi Joko. Ia memilih memakai ikon polisi karena ia terinspirasi mascot polisi Jepang di daerah Nagano.
“Di sana polisi sangat menginspiratif masyarakat penduduk sana. Akhirnya, saya membuat versi Indonesia. Akhirnya jadi viral dan banyak yang ingin mengikuti kisah-kisah dari dua orang polisi laki-laki ini. ada pesan moral dan pesan agar selalu berhati-hati di jalan. Kisah-kisahnya saya isi sesuai yang terjadi di Indonesia,” ungkap dia yang juga aktif di Manga Club ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mas-achmada-syarifah-ayu-al-arini-universitas-brawijaya-sastra-jepang_20161007_221024.jpg)