Kediri

Ditangkap Akibat Edarkan Miras Ilegal, Aktivis Demo: Kami Ingin Perlakuan Sama

“Kalau ada larangan, jangan ada tebang pilih. Jangan hanya café ini saja yang dirazia, sedangkan café lain dibiarkan.”

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Daniel Arisandi saat memimpin demo di Kantor DPRD Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI – Daniel Arisandi mengakui polisi telah menggerebek Café Chibi yang dikelolanya. Dia pun mengakui polisi telah menyita beberapa minuman keras (miras) dari café tersebut.

Menurutnya, miras itu adalah barang titipan dari mitranya. Dia berharap Pemkot Kediri memberi kemudahan pengelola kafe kecil untuk mengurus izin penjualan miras. Sebab, beberapa cafe dan tempat hiburan malam boleh menjual miras.

“Kami ingin diperlakukan sama. Jangan pilih-pilih,” kata Daniel, Kamis (20/10/2016).

Bila café dilarang berjualan miras, Daniel berharap petugas tidak tebang pilih. Menurutnya, masih banyak cafe lainnya yang memperdagangkan miras tapi tidak pernah terjaring razia.

“Intinya kalau ada larangan, jangan ada tebang pilih. Jangan hanya café ini saja yang dirazia, sedangkan café lain dibiarkan,” tambahnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved