Pasuruan
Mahasiswa Pasuruan Sebut Pemerintah Hamburkan Uang Negara
“Dari pada digunakan hiburan seperti mengadakan lomba selfie, memecahkan rekor muri, sebaiknya dana itu digunakan untuk mengatasi banjir."
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meluruk kantor Pemkab Pasuruan, Kamis (20/10/2016) siang. Mahasiswa menuding pemerintah kurang tanggap merespon banjir di Pasuruan.
Anggota GMNI, Dani Ramadhan mengatakan Pemkab kurang serius mengatasi permasalahan banjir. Padahal beberapa daerah sudah menjadi langganan banjir, seperti Kraton, Rejoso dan Bangil.
“Setiap musim hujan, pasti selalu banjir. Seharusnya pemerintah belajar dari pengalaman untuk membenahi penanganan banjir,” kata Dani.
Dia berharap Pemkab segera merealisasikan rencana perluasan daerah resapan air. Dia sangat mendukung bila pemerintah membangun bendungan di kawasan langganan banjir.
“Dari pada digunakan hiburan seperti mengadakan lomba selfie, memecahkan rekor muri, dan sebagainya, sebaiknya dana itu digunakan untuk mengatasi banjir,” tambahnya.
Anggota GMNI lain, Munawir menyebutkan bahwa Pasuruan termasuk kabupaten kaya. Pasuruan memiliki sumber daya alam berlimpah. Tapi, masih ada kawasan yang kekurangan air.
“Ini sangat miris. Airnya banyak, tapi masih ada yang kekurangan air,” kata Munawir.
Asisten II Setda Kabupaten Pasuruan, Abdul Munif menyambut kedatangan para mahasiswa ini. Dia sangat mengapresiasi sikap dan gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Kami tampung aspirasinya. Intinya, kemajuan Pasuruan tidak hanya ditopang pemerintah. Masyarakat dan elemen lain apapun harus kompak membawa Pasuruan lebih maju,” kata Munif.