Malang Raya
Rekayasa Lalin Jalan Semeru Kota Malang Berlanjut : Akses Langsung Merapi-Tenes Dimatikan
Pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, Kamis (20/10/2016), menunjukkan rancangan itu masih banyak dilanggar pengguna jalan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Dinas Perhubungan Kota Malang mulai membuat rekayasa lalu lintas lanjutan di Jl Semeru. Setelah konsep rekayasa di perempatan Bromo-Semeru dirampungkan, fokus Dishub beralih ke perempatan Merapi-Tenes-Semeru. Para pengguna kendaraan bermotor tidak bisa langsung memotong jalan setelah Dishub memasang pembatas jalan sementara.
Kendaraan dari arah Jl Tenes kini tidak bisa langsung berbelok ke kenan di Jalan Semeru. Dalam rancangan rekayasa lalin Dishub, kendaraan yang ingin menuju arah timur harus berputar balik di sekitaran Kantor Perpustakaan Kota Malang atau masuk lewat Jalan Lawu dan berputar lewat Jalan Welirang hingga ke Jl Merapi.
Akan tetapi, pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, Kamis (20/10/2016), menunjukkan rancangan itu masih banyak dilanggar. Para pengguna kendaraan berpotor hanya berputar hingga batas ujung pembatas jalan itu. Pasalnya, prakiraan panjang pembatas jalan hanya sekitar 200 meter. Hal serupa pun berlaku untuk kendaraan dari Jl Semeru. Kendaraan tidak bisa langsung lurus ke Jalan Tenes.
“Sebetulnya kendaraan dari Jalan Tenes yang berbelok ke kanan tidak terlalu banyak. Tapi kendaraan yang sedikit itu mempengaruhi arus laju kendaraan di Jalan Semeru dari arah Barat ke Timur. Jadi dimatikan sekalian supaya arusnya lebih lancar,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Malang Raymond G Matondang.
Rekayasa itu adalah hasil rekomendasi dari Polisi Lalu Lintas Porles Malang Kota. Hasil dari uji coba akan dievaluasi setelah sebulan. Jika rekayasa dianggap efektif, Dishub bakal memasang rambu dan pembatas jalan permanen.
Jika rekayasa itu dianggap tidak efektif, Dishub juga mengantongi rekayasa cara lain. Salah satunya, Jl Tenes dan Jl Tangkuban Perahu akan dibuat satu arah. Kendaraan hanya bisa melintas di Jl Tenes dari arah selatan ke utara. Sementara Jalan Tangkuban Perahu hanya bisa digunakan untuk kendaraan arah utara ke selatan.
“Tapi dengan adanya pemasangan pembatas jalan saat ini, wacana rekayasa lalin itu masih ditunda lagi. Kami ujicobakan yang sekarang dulu,” tuturnya.
Menurutnya, rekayasa lalin di Jalan Semeru akan berpengaruh juga pada kemacetan di perempatan Rajabali. Rencana pelancaran Jl Semeru akan berdampak signifikan pada kelancaran perempatan Rajabali di jam-jam padat. Di pagi dan sore hari saja, pengaturan lalin lewat lampu lalu lintas belum maksimal. Menurut Raymond pengaturan di Jalan Semeru akan diimbangi juga dengan kondisi di perempatan tersebut.
“Jika Semeru lancar, penumpukan lebih banyak justru terjadi di perempatan Rajabali,” tambahnya.
Usman, petugas juru parkir di sekitar perempatan Merapi-Tenes-Semeru, mengatakan, pemasangan pembatas jalan dilakukan oleh petugas pada Selasa (18/10/2016) siang, tepatnya sebelum pertandingan Arema digelar. Awalnya, ia mengira rekayasa hanya dilakukan saat ada pertandingan di Stadion Gajayana. Namun ternyata pembatas jalan masih dipasang hingga saat ini.
Setelah pembatas jalan dipasang, pantauan sore itu juga tidak menunjukkan adanya polisi cepek yang berjaga di perempatan. Sebelumnya, polisi cepek selalu berjaga di lokasi, terutama saat-saat jam padat.
“Masih macet juga. Tidak signifikan penguranian macetnya. Sekarang malah yang parkir tempat saya dikurangi untuk mobil,” keluhnya.