Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Indonesia Soccer Championship

Arema Vs Persela Dipimpin Wasit Berkualitas Buruk, Ini Komentar Pelatih dan Pemain

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija juga menyatakan ketidakpuasannya pada wasit. Milo menyebut pemainnya mendapat hukuman kartu kuning tanpa sebab

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Cristian Gonzales, striker Arema Cronus berebut bola dengan Paulo Eduardo Rodrigues Lima, bek Persela Lamongan dalam lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (6/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, KANJURUHAN - Arema Cronus dan Persela yang saling berhadapan di pekan 27 ISC A sama-sama menilai kinerja wasit di lapangan buruk. Pemain dan pelatih kedua tim kompak menyebut wasit Moch Adung yang memimpin pertandingan tidak memiliki kualitas yang baik.

Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso menyesalkan kepemimpinan wasit asal Jakarta Barat itu. "Pertandingan ini menarik tapi sayang tidak ditunjang kualitas wasit yang baik," tegas Aji usai pertandingan.

Mantan pelatih Timnas itu menyebut banyak keputusan wasit yang ngawur. Seperti saat memberikan kartu kuning pada pemainnya Dendy Sulistyawan tanpa alasan.  "Kalau mau fair babak pertama kami harusnya dapat penalti. Itu pelanggaran di dalam kotak penalti. Tapi pemain kami yang protes justru dikartu kuning," beber Aji.

Keputusan kartu kuning bagi Dendy dan M Agung Pribadi dinilainya juga salah sasaran. "Gak ada apa-apa pemain saya dikartu kuning. Ayo dong, jangan hanya pelatih saja yang didenda, pelatih protes diskorsing, tapi wasit gak benar dibiarkan," ujar pelatih yang pernah mendapat hukuman skorsing di ISC A itu.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija juga menyatakan ketidakpuasannya pada wasit. Milo menyebut pemainnya mendapat hukuman kartu kuning tanpa sebab.

"Goran dan Esteban dapat kartu kuning tanpa sebab, kami jadi rugi karena dua pemain kami ini tidak bisa main lagi karena akumulasi kartu," kata Milo.

Bagi Milo hukuman kartu kuning bagi Goran dan Esteban seharusnya tidak ada. Menurutnya mereka tidak melakukan pelanggaran. Kalaupun dianggap melanggar harusnya mendapat peringatan dulu, bukan langsung kartu kuning, karena kedua pemain asing itu sebelumnya juga tidak melakukan pelanggaran apapun.

"Iya saya setuju dengan pelatih soal wasit. Kita harus evaluasi wasit. Semua bisa lihat sikap wasit di pertandingan ini," ujar Esteban Vizcarra mengamini penilaian soal wasit.

Pemain Persela Dendy Sulistyawan juga memberi penilaian serupa. Ia mempertanyakan kartu kuning yang didapatnya tanpa sebab.

Dalam laga Arema Cronus kontra Persela wasit mengeluarkan tujuh kartu kuning. Tiga kartu bagi pemain Arema dan empat kartu bagi pemain Persela.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved