Sabtu, 25 April 2026

Nasional

Lima Kalimat Warisan Sutan Bhatoegana, Kalimat Terakhir Ditujukan Kepada Siapa?

Ada yang senang, tapi juga tak sedikit yang berang karena kegesitannya bersilat lidah kala itu.

Editor: Aji Bramastra
Tribunnews
Sutan Bhatoegana. 

SURYAMALANG.COM - Sosok yang energik, lucu, pintar ngeles, pintar memainkan logika politik sesuka hati, Sutan Bathoegana, telah pergi untuk selama-lamanya.

Ia menghembus napas terakhirnya, Sabtu (19/11/2016) pukul 08.00 WIB di Bogor Medical Centre (BMC), karena penyakit sirosis hati.

Ada yang senang, tapi juga tak sedikit yang berang karena kegesitannya bersilat lidah kala itu.

Tapi kini semua kelihaiannya beretorika jadi kenangan banyak orang.

Ada hal-hal yang khas tentang sosok, sepak terjang dan celetukan Sutan yang masih diingat hingga kini.

Kata-kata "ngeri-ngeri sedap" paling khas pada Sutan.

Rangkaian kata ini sering dia ucapkan di berbagai sesi wawancara dengan awak media.

Celetukan itu biasanya dimaksudkan untuk menyindir lawan politik.

Seperti saat ada lawan politiknya yang tersandung kasus korupsi.

Sutan menyindirnya dengan kata-kata itu.

Celetukan lain yang khas dari Sutan adalah "Sorry My Love".

Kesannya seperti kalimat romantis seorang cowok pada kekasih, padahal enggak.

Kata-kata "Sorry my love" dilontar Sutan untuk ngeles dari tuduhan kasus yang diarahkan padanya.

Seperti saat wartawan mengonfirmasi dugaan korupsi di Kementerian ESDM yang akhirnya menyeretnya ke penjara.

"Nama saya tidak tercemar, sorry my love. Orang bilang saya tercemar, kalau tak ada bukti ya nggak akan tercemar," tegasnya, kala itu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved