Selasa, 7 April 2026

Media Sosial

Ketika Gus Mus Dimaki-maki di Twitter, Beginilah Cara Dia Membalasnya

Fadjroel Rahman pun membalas lagi. Dia terlihat benar-benar tersentuh dengan jawaban Gus Mus ini.

Editor: Aji Bramastra
Bersama Dakwah
KH Ahmad Mustofa Bisri. 

SURYAMALANG.COM - KH Mustofa Bisri atau Gus Mus buka 'suara' terkait cuitan Pandu Wijaya yang menyebutkan kata-kata kasar di Twitter.

Sebelumnya, Pandu Wijaya, yang diketahui karyawan BUMN PT Adhi Karya, mengolok-olok Gus Mus dengan cuitan seperti ini :

@gusmusgusmu Dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasulullah hijarh ke madinah. Bid'ah Ndasmu!.

Cuitan Pandu ini membalas cuitan Gus Mus soal rencana pelaksanaan Shalat Jumat di jalan raya.

Gus Mus melalui akun @gusmusgusmu mengatakan demikian:

1. Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum'atan di jalan raya. Mudah2an tidak benar.
2. Kalau benar, wah dalam sejarha Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada BID'AH sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran.

Nah, bos PT Adhi Karya Fadjroel Rahman lewat akun pribadinya @fadjroeL, kemudian sampai meminta maaf kepada Gus Mus.

"Atas nama pribadi dan @AdhiKaryaBUMN saya ucapkan MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA kepada @gusmusgusmu atas ucapan tak pantas karyawan kami-FR," cuit Fadjroel.

Lalu bagaimana Gus Mus membalasnya?

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang itu menuliskan cuitan membalas cuitan Fadjroel Rahman.

"Tidak ada yg perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan 'bahasa khusus' di tempat umum. Maklum masih muda."

Sejumlah netizen kemudian ikut panas, bahkan ada yang meminta Pandu Wijaya dipecat saja.

Sekali lagi, Gus Mus membalas dengan cara yang mengejutkan :

"Janganlah. Dia sudah menyesal dan meminta maaf. Al-Musãmih kariim...,"tulis Gus Mus.

Fadjroel Rahman pun membalas lagi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved