Indonesia Soccer Championship
Stok Amunisi Menipis, Arema Cronus Tak Simpan Pemain, Semua yang Bisa Main Harus Siap Tempur
Walau terus di bawah bayang-bayang absennya pemain inti di laga tersisa, pelatih Arema Cronus tidak berfikir untuk 'menyimpan' pemain.
Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Setelah menyelesaikan laga melawan PS TNI di pekan 30 ISC A, Arema Cronus tinggal menghadapi empat laga lagi untuk menyelesaikan kompetisi. Empat laga itu akan jadi laga krusial bagi Arema yang selalu diliputi masalah absennya pemain.
Walau terus di bawah bayang-bayang absennya pemain inti di laga tersisa, pelatih Arema Cronus tidak berfikir untuk 'menyimpan' pemain.
Milo memilih tetap menurunkan pemain inti apa adanya. Ia merasa tidak perlu mengamankan pemain inti yang bisa terancam absen karena cedera atau kena hukuman akumulasi kartu kuning.
"Tidak ada istilah menyimpan pemain, siapa yang mau disimpan? Pemain kami yang ada dan siap ya itu yang dimainkan," tegas Milo.
Jawaban Milo ini seolah mengaskan dirinya tidak pandang bulu menghadapi lawan. Tidak ada tim kuat atau tim lemah, semua lawan akan dihadapi Arema dengan kekuatan penuh.
Tim pelatih Arema seharusnya bisa merotasi pemain agar kekuatan tim tetap sempurna di laga tersisa yang berat. Empat laga tersisa bagi Arema Cronus masing-masing menghadapi Pusamania Borneo FC, Bali United, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung.
"Kami kesulitan melakukan rotasi. Kami tidak punya banyak pilihan. Di beberapa posisi kami sudah kehabisan stok pemain," ungkap Milo.
Seperti diketahui Arema Cronus kembali harus kehilangan pemain inti karena sakit dan cedera. Goran Gancev jatuh sakit, Ryuji Utomo cedera engkel. Kondisi buruk pada dua pemain ini membuat stok stopper Arema Cronus habis.
Deretan pemain cedera seperti Hendro Siswanto dan Ahmad Nufiandani juga masih bakal lama absen dari laga resmi.
Selain pemain-pemain yang cedera, Arema juga seringkali harus kehilangan pemain di satu laga karena faktor akumulasi kartu kuning.
Tapi tidak ada pilihan bagi Milo. Ia memilih mengambil risiko dan menurunkan semua pemain inti di laga melawan PS TNI maupun laga lain selama kondisi memungkinkan.
"Kami kehabisan pemain, pemain inti yang ada berjuang dan berkorban untuk tetap ikut bermain meski mereka lelah dan cedera, demi Arema, kita perlu mengapresiasi itu," tambah Milo.