Malang Raya
Usia Gatra Belum Genap Setahun, Tapi Pernah Dipercaya Jadi Wakil Kota Malang di Semarang
Gatra pernah mewakili Kota Malang tampil dalam acara Smart Tecnologi di Semarang pada 27 Oktober 2016.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kelompok budaya Garap Tradisi (Gatra) sudah melanglang buana. Padahal kelompok ini berdiri belum genap setahun.
Kelompok ini berdiri atas gagasan dosen dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) pada akhir 2015. Gatra dibentuk sebagai wadah untuk belajar tradisi budaya.
Anggota Gatra, Fandy Romadhoni mengatakan kelompok ini sudah memiliki 50 anggota. Dia bergabung di Gatra karena menemukan wadah tepat untuk mengekplorasi kesenian.
“Semua ditampung di sini, asal mau belajar budaya,” kata Fandy, Minggu (27/11/2016).
Gatra pernah mewakili Kota Malang tampil dalam acara Smart Tecnologi di Semarang pada 27 Oktober 2016. Kelompok ini juga tampil dalam pelantikan ketua jurusan (kajur) pada Juli 2016.
“Kami buat konsep seperti kerajaan sesuai permintaan kajur. Kami ingin mengangkat tradisi,” imbuhnya.
Gatra juga pernah tampil di Jogjakarta dalam lomba teater bahasa Jawa pada awal Oktober 2016. Namun, Gatra hanya masuk nominasi terbaik.
Kentrung (drama tradisional) pun pernah ditampilkan di Alun-alun Merdeka. Gatra mengangkat cerita Sukesi yang dikemas secara modern.
“Awalnya saya hanya penasaran terhadap Gatra. Ternyata saya mendapat banyak ilmu, terutama seni dan budaya,” kata M Helmi Nur Fikri, anggota lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ketoprak-gatra-um_20161127_155047.jpg)