Selasa, 28 April 2026

Jagad Aneh

Takut Dihajar Warga, Pemerkosa Kabur, Tapi Kembali Lagi Karena HP Ketinggalan!

"Saya biasa ikut anak punk di sini. Di situ bebas, yang cewek sudah biasa hubungan bebas sama yang lain...

Editor: Aji Bramastra
Tribun Pontianak
L saat didampingi Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat di Mapolres Sekadau, Senin (28/11/2016). 

Ia beralasan, membekap hanya berusaha agar korban tak berteriak.

"Nggak ada saya ngancam, dia melawan. Saya tarik lalu saya bekap mulutnya," ucapnya.

Teriakan korban rupanya terdengar oleh tetangga dan warga sekitar. Warga beramai-ramai menuju asal suara perempuan yang berteriak meminta tolong dan mendekat di rumah kos tersebut.

Mengetahui aksinya sudah diketahui warga, L berusaha kabur dengan hanya mengenakan pakaian dalam.

L berupaya kabur menyelamatkan diri melalui pintu belakang kost. Namun ditengah upaya kaburnya, ia tersadar telepon seluler miliknya tertinggal di dalam kamar.

“Saya balik lagi ngambil HP, jadi dia teriak lagi, saya langsung kabur hanya pakai celana dalam, warga sekitar langsung datang tapi saya sudah kabur,” kisahnya.

Sambil mengendap-ngendap, L kemudian kembali kerumah abang kandungnya untuk mengambil pakaian.

Saat tiba di rumah, ia sempat ditanyai abangnya, dan lantas pergi menginap dirumah sepupunya.

“Saya bilang sama sepupu lagi bertengkar dengan abang, makanya menginap. Oh iyalah kata sepupu saya” ujar L.

Personel kepolisian baru berhasil mengamankan L pada Sabtu (26/11) sekitar pukul 11.00.

Ia kini meringkuk di ruang tahanan Polres Sekadau, namun dipisah dengan tahanan lainnya.

“Sekarang setelah ditahan saya takut, saya menyesal. Saya minta maaf dengan kedua orang tua saya, orang tua korban, terutama sama dia (korban). Saya jera dan tidak akan mengulangi,” katanya.

L mengaku kerap menonton film-film dewasa, yang diperolehnya dari saling berbagi melalui smartphone.

Kebiasaan itu ia lakukan bersama teman-teman sekolah maupun teman nongkrongnya.

"Saya biasa dapat dari kawan, mereka juga sering nonton, biasanya nonton sebentar habis itu dihapus lagi. Tukar-tukaran kirim lewat HP, kirim lewat bluetooth. Memang di sekolah ndak boleh bawa HP, tapi kami biasanya bawa diam-diam," jelasnya.

Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved