Rabu, 15 April 2026

Advertorial

Selama Tiga Hari , Dindik Kota Malang Gelar Raker Dan Kompetensi Kepala Sekolah

Saat ini kota Malang menjadi barometer serta kiblat kota-kota lain di Nusantara dalam pengelolaan pemerintahan daerah dan dalam bidang pendidikan

Editor: Cak Sur
Selama Tiga Hari , Dindik Kota Malang Gelar Raker Dan Kompetensi Kepala Sekolah - abah-anton_20161130_213446.jpg
ist/Fandi Harianto
Wali Kota Malang, HM Anton saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Kerja Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 Dinas Pendidikan Kota Malang di hotel Royal Orchid, Kota Batu, Rabu (30/11)
Selama Tiga Hari , Dindik Kota Malang Gelar Raker Dan Kompetensi Kepala Sekolah - peserta-raker_20161130_213524.jpg
ist
Sebanyak 597 kepala sekolah hadir dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Tahun 2016 Dinas Pendidikan Kota Malang di hotel Royal Orchid, Kota Batu, Rabu (30/11/2016).

SURYAMALANG.com | MALANG - Sekitar 597 kepala sekolah se-kota Malang ikut dalam kegiatan rapat kerja kepala sekolah dan tenaga kependidikan 2016 oleh Dinas Pendidikan Kota Malang, yang bertempat di Panderman Ballroom Royal Orchids Kota Batu, Rabu (30/11/2016).

Kegiatan ini di hadiri oleh Wali Kota Malang HM. Anton, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM dan juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Drs. Totok Kasianto dan kepala sekolah se-kota Malang

Gelaran raker yang rutin diadakan oleh Bidang Fungsional Pendidikan (Fungdik) yang kini dikepalai oleh Dra. Sri Sutrisnawati, M.Pd, diikuti oleh 597 kepala sekolah yang terdiri dari TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pengawas, Kepala UPT Pendas di 5 kecamatan, serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Malang selama tiga hari mulai Rabu (30/11/2016) sampai dengan Jum’at (2/12/2016) yang akan mendapatkan penguatan kompetensi di bidang pendidikan.

Program peningkatan kompetensi guru tersebut merupakan upaya Pemerintah Kota malang untuk meningkatkan daya kompetitif para guru. Sebab, keberadaan guru yang memiliki daya kompetitif, akan sangat penting untuk proses pendidikan bagi anak didiknya.

"Kita ingin menambah daya kompetitif para guru agar dapat meningkatkan mutu pendidikan. Ini kita lakukan untuk masa depan anak-anak Kota Malang" tegas Wali Kota Malang , HM. Anton ketika membuka acara rapat kerja kepala sekolah dan pendidikan Kota malang

Selain berupaya meningkatkan kompetensi guru, Abah Anton panggilan akrab wali kota Malang ini juga menyebut Pemkot Malang bertekad mengangkat kesejahteraan para guru. Tekad itu diwujudkan berupa rencana menaikkan anggaran bantuan operasional daerah . Abah Anton juga menyebut, sudah menginstruksikan kepada Dindik untuk meng-goal kan program yang sudah diajukan oleh sekolah-sekolah yang ada di kota Malang.

“Saya ingin kesejahteraan guru meningkat. Karena saya ingin panjenengan tenang mengajar. Sebab, bagaimana bisa memberikan yang terbaik kalau kesejahteraan pendidik masih belum jelas,” sambung Abah Anton

"Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada insan pendidikan Kota Malang. Sebab, dari waktu ke waktu kota yang kita cintai bersama ini selalu memperoleh prestasi maupun penghargaan dalam berbagai bidang termasuk didalamnya bidang pendidikan. Raihan prestasi dan juga penghargaan itu semua berkat kerja keras dan juga upaya bapak ibu kepala sekolah sekalian," tutur Abah Anton yang sontak disambut tepuk tangan meriah peserta.

Abah Anton juga berharap, agar prestasi dan juga hal-hal positif yang saat ini sedang dijalankan untuk diteruskan dan harus ditingkatkan. Karena saat ini kota Malang merupakan barometer dan juga kiblat kota-kota lain di Nusantara dalam pengelolaan pemerintahan daerah maupun dalam bidang pendidikan.

Disisi lain Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM menegaskan, Dindik memiliki program untuk meningkatkan kompetensi guru di Kota Malang. Program peningkatan kompetensi guru tersebut diawali dengan pemetaan terhadap kemampuan guru. Berdasarkan pemetaan tersebut, bisa diketahui guru tersebut masih membutuhkan penguatan kemampuan di bidang apa.

“Dari situ kita bisa menyiapkan pelatihan dan pendampingan penguatan kompetensi. Intinya, melalui program ini, kita bantu para guru untuk mengenali kompetensi dirinya,” ujar Zubaidah

Lanjut Zubaidah, program penguatan kompetensi guru ini memiliki banyak manfaat Untuk para guru, mereka akan memahami kurangnya di mana sehingga bisa memperbaiki kepada pengajaran untuk anak didiknya.

Selama ini, pelatihan untuk para guru masih bersifat umum. Misal mengubah pola pikir (mindset) guru, mengembangkan potensi anak dan juga strategi mengajar yang disesuaikan siswa.

“Anak-anak bila diajari oleh guru yang menguasai materi, tentunya hasilnya akan lebih baik. Sementara bagi guru, dengan mengikuti penguatan kompetensi, diharapakan ketika mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG), hasilnya jadi lebih baik karena sudah menguasai materinya,” jelas zubaidah

Pemaparan lainnya, Zubaidah pada kesempatan ini menuturkan, bahwa untuk membangun pendidikan diIndonesia menjadi lebih maju dibutuhkan adanya revitalisasi dan peguatan karakter sumber daya manusia (SDM). Menurutnya pendidikan sebagai jalur revitalisasi kepribadian, spiritualis, serta karakter bangsa.

Dalam mewujudkan hal tersebut, kami berharap agar sekolah-sekolah di malang memiliki sebuah karakter mental positif untuk di tularkan kepada anak didiknya,” tegas Zubaidah. (hans/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved