Malang Raya
Tanah Retak di Kabupaten Malang Rusak Empat Rumah dan Dua Jembatan
Tanah retak di Kabupaten Malang mengancam empat keluarga. Satu dari empat keluarga itu harus diungsikan karena rumahnya rusak parah.
Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KALIPARE - Tanah retak di Dusun Bulurejo, Tumpakrejo, Kalipare, Kabupaten Malang mengancam empat keluarga. Satu dari empat keluarga itu harus diungsikan karena rumahnya rusak parah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi mengatakan hujan deras terjadi Sabtu (3/12/2016) siang hingga sore hari. Tanah retak di pemukiman warga muncul menjelang malam. Empat rumah tersebut memang berada di area yang miring.
“Tanah retak ini dipicu curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Apalagi kondisi tanah labil karena tidak ada pohon-pohon besar yang bisa menahan laju air,” ungkap Lutfi, Minggu (4/12/2016).
Keluarga yang diungsikan atas nama Umar dan istrinya. Rumah Umar rusak parah dan membayakan keselamatan jika terus ditempati.
Karena itu Umar diungsikan ke rumah saudaranya hingga perbaikan selesai.
“Tiga rumah lain masih bisa ditempati, tapi juga kategori berbahaya,” tambah Lutfi.
Selain tanah retak, ada dua jembatan yang putus karena tergerus air hujan, yaitu jembatan Desa Druju di Sumbermanjing Wetan, dan jembatan Desa Pringgondadi, Bantur.
“Jembatan yang di Bantur itu jembatan kecil. Sedangkan jembatan yang di Druju itu penghubung Druju dengan Desa Segaran,” ujar Lutfi.
BPBD tidak bisa menangani perbaikan kerusakan akibat bencana. Sebab dana BPBD hanya untuk kedaruratan, seperti membuat jembatan sementara sebelum jembatan permanen dibangun. Perbaikan akan diserahkan ke SKPD teknis lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-bpbd-kabupaten-malang-hafi-lutfi_20160729_210128.jpg)