Nasional

Usai Gorok Anaknya Hingga Tewas, Wanita Asal Grobogan Ini Bilang Anaknya Sudah Pergi ke Surga

Ketua RW setempat, Kasmin kaget ketika ada keluarga korban bilang mau pinjam mobil untuk memeriksakan Aska. Sebab, tubuh Aska telah bersimbah darah.

Usai Gorok Anaknya Hingga Tewas, Wanita Asal Grobogan Ini Bilang Anaknya Sudah Pergi ke Surga
Tribun Sumsel
ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, GROBOGAN - Rasanya tak masuk akal sehat. Seorang ibu kandung tega menggorok leher anak kandungnya hingga tewas.

Bocah laki-laki yang menggemaskan itu telah meregang nyawa di tangan ibu kandungnya.

Minggu (4/12) pagi buta, bocah bernama M Aska (5) itu ikut Sukimin sang ayah pergi ke sawah di Grobogan Jawa Tengah (Jateng). Bocah yang juga siswa TK IT Al Kautsar Wirosari itu senang menemani ayahanda bertani di sawah.

Tapi entah kenapa, tiba-tiba sang ibunda bernama Umi Nur Hidayah menjemput bocah itu untuk diajak pulang ke rumah. Belum diketahui apa alasan sang bunda menjemput anaknya yang sedang bertani menemani ayahanda.

Sampai di rumah di Dusun Jatisemen, RT 01 RW 01, Tambakselo, Wirosari, Kabupaten Grobogan, sekitar pukul 06.00 WIB.

Di ruang tengah dalam rumah itu, Umi Nur diduga telah menggorok leher anak kandungnya yang masih balita tersebut. Aska adalah anak kedua pasangan Sukimin dan Umi Nur. Leher bocah mungil ini menganga sekitar 10 cm dan bersimbah darah.

Ketua RW setempat, Kasmin kaget ketika ada keluarga korban bilang mau pinjam mobil untuk memeriksakan Aska. Sebab, tubuh Aska telah bersimbah darah.

Umi Nur yang diduga sebagai pelakunya langsung digelandang ke Mapolres Grobogan. Begitu pula pisau dapur yang diduga digunakan pelaku untuk menggorok anaknya.

“Warga dan keluarga langsung mengamankan pelaku pasca kejadian nahas itu sampai kami menjemputnya,” kata AKP Eko Adi Pramono, Kasat Reskrim Polres Grobogan.

Saat digelandang ke kantor polisi, Umi Nur terus menangis. Kini polisi masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Warga sering melihat Umi Nur Hidayah berperilaku tak wajar. Warga juga sering memergoki Umi hendak membunuh M Aska (5).

“Kalau kumat, Bu Umi berkelakuan aneh. Pernah mau membunuh anaknya, tapi dicegah oleh suaminya. Pernah juga manjat tower mau bunuh diri. Memang orangnya mengalami gangguan jiwa, tapi kumat-kumatan. Sehari-hari jualan pulsa dan toko kelontong,’ kata Kasmin.

Sehari sebelumnya, Umi juga tampak memangku anaknya di depan rumah. Umi terus menciumi anak keduanya itu.

“Tadi ketika ditanya warga, Bu Umi bilang kalau anaknya sudah pergi ke surga. Aneh orangnya,” kata Sri Wartini, tetangga korban.(Tribunjateng.)

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved