Kamis, 9 April 2026

Media Sosial

Astaga, Permohonan Paspornya Ditolak Gara-gara Persoalan Sepele di Mata

Richard Lee (22), warga Selandia Baru keturunan Taiwan mengalami peristiwa tak mengenakkan saat membuat paspor di negaranya.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Adrianus Adhi
Facebook/Daily Mail
Richard Lee mengunggah foto wajahnya yang ditolak sistem pendaftaran paspor online ke media sosial. Postingannya ini lalu jadi viral 

SURYAMALANG.com - Richard Lee (22), warga Selandia Baru keturunan Taiwan mengalami peristiwa tak mengenakkan saat membuat paspor di negaranya.

Dia ditolak untuk membuat paspor karena matanya dianggap terpejam. Padahal, dia memiliki mata yang sipit.

Ya, peristiwa ini terjadi saat ia membuat permohonan paspor melalui situs kementerian dalam negeri.

Penolakan permohonan paspor itu tak hanya sekali tetapi hingga sembilan kali! Ada apa dengan Richard Lee?

Situs aplikasi permohonan paspor itu menganggap Richard memberikan foto yang salah karena tak sesuai syarat yang ditetapkan.

Perangkat lunak yang digunakan menganggap Richard memberikan foto dengan kondisi "mata tertutup".

Setelah berulang kali mencoba dan gagal, Richard akhirnya menghubungi kementerian dalam negeri.

Petugas di kemendagri menerangkan, foto Richard ditolak karena komputer menangkap adanya pencahayaan dan bayangan yang tak sesuai di sekitar mata pria kelahiran Taiwan itu.

"Saya tidak marah karena mata saya memang sipit dan teknologi pengenalan wajah masih relatif baru dan belum terlalu canggih," kata Lee seperti dilansir dari Daily Mail.

"Mesin itu adalah robot yang tak memiliki perasaan. Saya akhirnya bisa mendapatkan paspor," tambah Richard.

Meski Richard sendiri menganggap insiden yang menimpanya itu sebuah hal yang lucu, tetapi para pengguna media sosial mengatakan teknologi yang digunakan untuk mengenali wajah seseorang bernuansa rasialisme.

Beberapa netizen bahkan mengaku pernah mengalami penolakan seperti yang menimpa Richard Lee.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan, banyak foto yang ditolak perangkat lunak yang digunakan.

Setidaknya 20 persen foto para pemohon paspor ditolak dan alasan yang paling sering muncul adalah mata pemohon dalam kondisi tertutup. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved