Rabu, 8 April 2026

Surabaya

Nobar Ahok di Jatim Gagal Karena Sidang Digelar Tertutup, Ada Apa?

"Kami sudah merencanakan nobar atas sidang Ahok. Jika kemudian tak disiarkan langsung sangat disayangkan," kata mantan KetuaPemuda Muhammadiyah

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunggu pemutaran film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 di Djakarta Theater XXI, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2016). Mantan Bupati Belitung Timur itu akan nonton bareng, para PNS DKI Jakarta, para awak media, para pemeran dan awak produksi film bergenre drama romantis tersebut. 

SURYAMALANG.com - Sejumlah organisasi keagamaan di Surabaya gagal menggelar nobar sidang perdana kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

"Kami sudah merencanakan nobar atas sidang Ahok. Jika kemudian tak disiarkan langsung sangat disayangkan," kata mantan KetuaPemuda Muhammadiyah Surabaya Ahmad Zainul Arifin, Senin (12/12/2016).

Cak Ipin, panggilan akrab Zainul Arifin, melihat ada yang tidak beres dengan perkara Ahok di persidangan hari Selasa ini (13/12/2016).

Bahkan kejanggalan itu mulai terasa dengan begitu cepatnya perkara ini hingga sampai di persidangan.

"Opini masyarakat sudah kuat bahwa ada penistaan agama. Beberapa aksi jutaan massa mengindikasikan ini. Ada apa kok sidang tiba-tiba tertutup," tambah Cak Ipin.

Pria yang baru saja lengser dari Ketua Pemuda MuhammadiyahSurabaya ini berharap banyak dengan siaran langsung. Proses peradilan akan bisa terpantau jelas.

Persoalan akan terang benderang tersaji di pengadilan dengan disaksikan langsung masyarakat. Keadilan harus ditegakkan.

Dengan siaran langsung, hakim di pengadilan akan terpantau utuh. Mereka tidak akan bermain apa pun. Begitu juga jaksa yang menuntut perkara penistaan agama.

Saat mendapat kabar bahwa persidangan akan disiarkan langsung dia menilai suatu hal yang baik. Massa tak akan menyerbu pengadilan.

"Tiba-Tiba kini tak disiarkan langsung. Di mana Presiden Jokowi yang sebelumnya meminta perkara Ahok dituntaskan dan terbuka," tandas Cak Ipin.

Sedang Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim Mukayat AL Amin melihat ada skenario lain dikakukan Pemerintah.

"Pemerintah punya rencana hingga sidang beralih ke tertutup. Bukankah sidang kasus Ahok terbuka sudah diumumkan oleh Kapolri bahkan Presiden langsung," kata Mukayat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved