Pendaki Tewas di Gunung Arjuno
Inilah Kronologi Tewasnya Mahasiswa Unesa di Gunung Arjuno
Seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Bintara Fredyansah meninggal dunia di Gunung Arjuno. Begini kronologi meninggalnya Bintara.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, PASURUAN – Seorang mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Bintara Fredyansah meninggal dunia di Gunung Arjuno. Begini kronologi meninggalnya Bintara.
- Delapan mahasiswa Unesa Jurusan Pendidikan Keolahragaan izin ke Pos Izin Pendakian untuk naik ke Gunung Arjuno, Senin (12/12/2016). Mereka adalah Muhammad Ali Ridho, Jitashaba Nikko Amrulloh, Rio Endi Arfianto, Nurdy Hamsah, Ramon Destianto Putra, Dimas Dani Sadewa, Dwiky Diyas Anjasmara, dan Bintara Fredyansah.
- Mereka berangkat malam hari, dan bermalam di kop-kopan. Delapan mahasiswa ini melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Arjuno pada keesokan harinya.
- Di hari yang sama, empat pemuda dari Komunitas Pendaki Surabaya Barat (Kopsurat) izin naik ke Gunung Arjuno, yaitu Totok Budi Santoso, M Ardiansyah, Faizal Permana, dan Ahmad Riski.
- Rombongan mahasiswa Unesa dan Kopsurat bertemu di tengah jalan dan memutuskan menjadi satu rombongan menuju puncak Gunung Arjuno.
- Sesampainya di puncak, cuaca tidak mendukung. Hujan deras, angin kencang, dan petir. 12 orang ini memutuskan turun.
- Tiba-tiba tiga orang di barisan paling depan jatuh setelah ada petir saat berada sekitar 1 kilometer dari puncak Gunung Arjuno, yaitu Bintara Fredyansah, M Ardiansyah, dan Ahmad Riski.
- Bintara Fredyansah mengalami luka cukup parah. Ada luka goresan hitam di keningnya. Dia tidak bernafas saat itu meskipun sempat diberi nafas buatan. Sedangkan dua lainnya masih sadar.
- Akhirnya tim terpecah. Sebagian minta bantuan dengan turus ke Pos Izin Pendakian. Ada yang bertahan di atas. Sedangkan sisanya turun ke Pondokan.
- Tim Basarnas, SAR Surabaya, dan warga berangkat memberi pertolongan pada Rabu (14/12/2016) dini hari.
- Satu per satu korban selamat dievakuasi dan turun ke pos izin pendakian pada Rabu pagi. Tim juga berhasil mengevakuasi dua korban yang tidak bisa bergerak, dan membawa kembali jenazah Bintara.