Malang Raya
Rumah Potong Hewan Kota Batu Tidak Perlu Anggaran Tambahan, Ini Alasannya . . .
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, belum bisa memastikan kapan RPH Kota Batu bakal dioperasionalkan. "Tunggu dulu ya, kami masih menunggu laporan"
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - DPRD Kota Batu merasa tidak perlu ada penambahan anggaran untuk Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pasalnya, anggaran untuk RPH yang mencapai Rp 900 juta dalam APBD 2015 dan 2016 dinilai telah cukup.
Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Suwandi mengatakan, saat ini seharusnya RPH Kota Batu sudah bisa dioperasionalkan penuh. Terutama ketika ada kenaikan harga daging sapi di pasar untuk melakukan stabilisasi harga.
"Untuk itu, dari hearing dengan Pemkot Batu kami sudah meminta RPH segera saja dioperasionalkan," kata Suwandi, Senin (19/12/2016).
Dijelaskan Suwandi, pihaknya seringkali mempertanyakan soal operasional RPH. Akan tetapi Pemkot masih terus beralasan kalau bangunan RPH belum sempurna. Bila dipaksakan untuk dioperasionalkan justru akan berdampak buruk pada RPH. Di antaranya soal pengolahan limbah dari RPH yang bisa mencemari lingkungan sekitar.
"Namun sekarang ini IPAL (instalasi pengolah air limbah) di RPH sudah selesai dibangun. Maka dari itu seharusnya RPH bisa dioperasionalkan," ucap Suwandi.
Hal sama disampaikan Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Didik Machmud. Menurutnya, bangunan RPH tersebut sudah lengkap dan memenuhi syarat. Dengan demikian tidak baik kalau bangunan yang sudah selesai dibangun tidak segera dioperasionalkan.
"Dikhawatirkan bila tidak segera dioperasionalkan justru bangunan bisa rusak sendiri. Apalagi tujuan dari dibangunya RPH untuk menjaga pasokan daging sapi yang dibutuhkan rakyat," ucap Didik Machmud.
Oleh karena itu, tambah Didik Machmud, sebaiknya Pemkot mengoperasionalkan RPH secepatnya. Setidaknya setelah ada kejelasan pengelolaan RPH di bawah SKPD baru bisa dijalankan. Kalau pun dirasa masih ada kekurangan bangunan bisa dilakukan secara bertahap nantinya.
"Kami optimis, RPH akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kota Batu. Terutama dalam hal penyediaan daging sapi untuk rakyat," tandas Didik Machmud.
Sementara Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, belum bisa memastikan kapan RPH Kota Batu bakal dioperasionalkan. "Tunggu dulu ya, kami masih menunggu laporan kesiapannya seperti apa," kata Eddy Rumpoko beberapa waktu lalu.
Sedangkan penjaga RPH Kota Batu, Achmadi mengatakan, pembangunan RPH hingga sekarang ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Semua fasilitas mulai kandang sapi, tempat pemotongan, sistem pengolah limbah, layanan kantor, genset, dan sebagainya sudah selesai dikerjakan semua.
"Kalau pun ada kekurangan tinggal pada finishing bangunan saja. Dan untuk mesin pemotongan yang mungkin masih belum datang," ucap Achmadi.
Memang, dikatakan Achmadi, seringkali sejumlah pejabat di Pemkot Batu mengunjungi RPH untuk melihat kondisi bangunan. Akan tetapi mereka semua tidak pernah memberitahukan kepastian kapan RPH akan mulai di operasionalkan.
Demikian juga dengan warga sekitar RPH di Desa Mojorejo, ungkap Achmadi, tidak ada persoalan. Terutama soal pengolahan air limbah yang biasanya mencemari lingkungan warga juga telah dinyatakan aman. Ini setelah IPAL yang menjadi fasilitas RPH dibangun sesuai standar yang telah ditetapkan.
"Jadi sekarang ini RPH tinggal menunggu waktu dijalankan," tutur Achmadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sapi-potong-uni_20160125_194130.jpg)